Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Jalan Alur Hutan Rusak Parah, KPH Mantingan Keluhkan Hambatan Operasional dan Ajak Masyarakat Merawat Bersama

badge-check


					Jalan Alur Hutan Rusak Parah, KPH Mantingan Keluhkan Hambatan Operasional dan Ajak Masyarakat Merawat Bersama Perbesar

Klikjateng, Rembang – Kondisi jalan alur di kawasan hutan wilayah KPH Mantingan dikeluhkan petugas karena semakin rusak dan berlumpur, sehingga menghambat aktivitas operasional, terutama dalam penanganan situasi darurat.

‎Wakil Kepala KPH Mantingan, Arief Yudiarko, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sejatinya merupakan jalur penting yang digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pengamanan hingga produksi.

‎“Jalan itu sebenarnya alur operasional kami. Digunakan untuk kegiatan keamanan, produksi, dan lainnya. Memang sudah pernah dibuat makadam, tapi belum ada perbaikan lagi karena kondisi perusahaan,” ujarnya. Jumat (17/4/2026).

‎Meski demikian, jalan tersebut juga dimanfaatkan masyarakat, khususnya petani hutan atau pesanggem, untuk mengangkut hasil panen seperti jagung dari lahan ke rumah menggunakan kendaraan truk maupun pickup.

‎Namun, tingginya intensitas penggunaan tanpa diimbangi perawatan membuat kondisi jalan semakin memprihatinkan. Lumpur yang terbentuk bahkan mencapai kedalaman 30 hingga 60 sentimeter.

‎“Kendala terbesar saat kondisi darurat adalah lambatnya penanganan karena jalan yang berlumpur dan rusak akibat roda kendaraan. Kedalamannya bisa sampai 30 sampai 60 cm,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, kendaraan dinas yang digunakan petugas memang berjenis 4×4, namun tetap mengalami kesulitan saat melintasi jalur tersebut. Bahkan, petugas lapangan kerap terpaksa menggunakan sepeda motor dan mencari jalur alternatif di luar alur utama.

‎“Kalau lewat jalur alur harusnya lebih cepat, tapi karena rusak jadi terhambat. Petugas akhirnya memilih jalur lain meski tidak ideal,” tambahnya.

‎Pihaknya berharap ada kesadaran bersama dari semua pihak, baik petugas maupun masyarakat pengguna jalan, untuk menjaga dan merawat jalur tersebut agar tetap dapat digunakan secara optimal.

‎“Kami mengajak masyarakat, khususnya pesanggem, untuk bersama-sama merawat jalan ini. Karena ini kepentingan bersama, agar semua aktivitas bisa berjalan lancar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita