Klikjateng, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora resmi meluncurkan layanan Angkutan Antar Jemput Pelajar atau Bus Sekolah Kabupaten Blora Tahun 2026. Program transportasi gratis tersebut diluncurkan di halaman Kantor Bupati Blora, Rabu (28/10/2026), sebagai upaya menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi para pelajar.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, pejabat eselon II dan III, serta camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Karena itu, Pemkab Blora terus berupaya mendukung akses pendidikan yang aman, nyaman, dan merata bagi seluruh anak di Kabupaten Blora.
Menurutnya, sebagian pelajar masih menghadapi kendala transportasi untuk berangkat dan pulang sekolah. Mulai dari jarak tempat tinggal, keterbatasan sarana angkutan, hingga kondisi lalu lintas.
Kehadiran bus sekolah diharapkan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan transportasi sekaligus meningkatkan keselamatan pelajar.
“Peluncuran layanan bus sekolah ini bukan sekadar menghadirkan armada kendaraan, melainkan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam memberikan pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Bupati.
Ia berharap layanan tersebut dapat meringankan beban orang tua, mendukung kelancaran perjalanan menuju sekolah, serta menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Bupati juga menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan bus sekolah.
Kendaraan yang dioperasikan harus memenuhi persyaratan keselamatan dan laik jalan. Sementara pengemudi harus memiliki kompetensi, disiplin, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Selain itu, ketepatan jadwal, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta keamanan pelajar saat naik dan turun dari bus harus senantiasa diperhatikan.
Kepada para pelajar pengguna layanan, Bupati berpesan agar mematuhi tata tertib, menjaga kebersihan, menghormati pengemudi dan sesama penumpang, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Ia juga mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Bupati meminta Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora beserta pihak terkait agar mengelola layanan secara profesional dan berkelanjutan.
Pemantauan serta evaluasi perlu dilakukan secara berkala, meliputi operasional armada, ketepatan waktu, keselamatan perjalanan, jumlah pengguna, hingga kepuasan masyarakat.
“Keberhasilan program bus sekolah membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, orang tua, pelajar, hingga seluruh pemangku kepentingan di bidang transportasi,” tegasnya.
Bus Sekolah Gratis Layani Koridor Blora–Kunduran
Sementara itu, Kepala Dinrumkimhub Kabupaten Blora Puji Ariyanto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Sunyoto, menjelaskan bahwa program bus sekolah gratis merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Blora, khususnya dalam penyediaan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.
Sunyoto mengatakan, program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi oleh pelajar, terutama mereka yang belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Dengan adanya bus sekolah gratis ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang memanfaatkan transportasi yang aman dan berkeselamatan, sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sendiri oleh anak-anak yang belum memenuhi persyaratan berkendara,” jelasnya.
Selain meningkatkan keselamatan, layanan ini diharapkan membantu pelajar dari keluarga kurang mampu agar dapat menghemat biaya transportasi.
Dengan demikian, akses menuju sekolah menjadi lebih mudah tanpa menambah beban pengeluaran keluarga.
Pada tahap awal, layanan bus sekolah Kabupaten Blora direncanakan melayani koridor Blora–Kunduran dengan jarak tempuh sekitar 26 kilometer pulang-pergi dan estimasi waktu perjalanan 45 menit dalam kondisi lalu lintas normal.
Titik awal keberangkatan berada di Desa Gagakan, Kecamatan Kunduran, dengan tujuan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Blora.
Armada dijadwalkan mulai bersiap dan melakukan penjemputan pada pukul 05.00 WIB. Sementara itu, layanan penjemputan untuk perjalanan pulang dari wilayah Blora menuju Gagakan dijadwalkan pada pukul 15.30 WIB.
Armada bus sekolah tersebut memiliki kapasitas 25 tempat duduk bagi penumpang dan dilengkapi dua petugas pendamping untuk mendukung pelayanan serta keselamatan pelajar selama perjalanan.
Jangkauan Layanan Bakal Diperluas
Ke depan, Dinrumkimhub Kabupaten Blora berharap jangkauan layanan bus sekolah gratis dapat diperluas ke sejumlah koridor lain, di antaranya Blora–Cepu, Blora–Rembang, dan Blora–Randublatung.
Namun, pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan jumlah armada yang dimiliki pemerintah daerah.
“Kami berharap program bus sekolah gratis ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak pelajar. Dengan keterbatasan anggaran dan armada, kami berupaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pelajar,” pungkas Sunyoto.
Melalui peluncuran layanan ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap transportasi pelajar semakin aman dan terjangkau, sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda Blora yang sehat, cerdas, disiplin, dan siap menyongsong masa depan.
Sesarengan mBangun Blora, Maju dan Berkelanjutan.






