Klikjateng, REMBANG – Buah siwalan yang banyak dihasilkan di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Rembang menggelar pelatihan olahan siwalan bagi masyarakat pada 26–27 Oktober 2026.
Pelatihan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Sulang tersebut diikuti 25 peserta dari lima desa, yakni Jatimudo, Pranti, Bogorame, Pedak, dan Kebonagung.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung mengolah buah siwalan menjadi berbagai produk. Mulai dari sari buah, sirup, manisan, hingga dawet siwalan.
Praktik pengolahan dipandu Imam Subekti dan Eny Yuliastuty dari Pasecco Rembang.
Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Disperinaker Kabupaten Rembang, Isti Rochmayanti, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi buah siwalan yang banyak dihasilkan di wilayah Kecamatan Sulang.
Menurutnya, pengembangan olahan siwalan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya Industri Kecil Menengah (IKM) di lima desa tersebut.
“Potensi di Kecamatan Sulang itu penghasil buah siwalan. Jadi, untuk mengembangkan buah siwalan menjadi produk unggulan dari Rembang, kami mengadakan pelatihan untuk warga di desa yang menghasilkan siwalan tersebut,” jelasnya.
Isti berharap, melalui pelatihan tersebut, keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil alam setempat semakin meningkat. Dengan begitu, siwalan tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang lebih beragam, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Disperinaker Kabupaten Rembang juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan peserta setelah pelatihan.
Pendampingan lanjutan turut melibatkan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sulang untuk membantu peserta menerapkan keterampilan yang telah diperoleh, sehingga dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
Salah satu peserta asal Desa Pedak, Mutmainah, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Ia merasa mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha olahan siwalan dari rumah.
“Menurut saya senang, puas dapat ilmu banyak, terus tambah teman, tambah semuanya, tambah semangat. Insyaallah mau dilanjut, semoga bisa praktik di rumah. Kalau Allah menghendaki, semoga lancar sampai produksi terus diperjualbelikan,” ungkapnya.
Mutmainah mengungkapkan, sebelumnya dirinya telah mengenal olahan siwalan, terutama dawet yang menggunakan santan. Namun, melalui pelatihan tersebut, ia mendapatkan pengetahuan baru tentang cara membuat dawet siwalan tanpa santan.
Selain itu, ia juga mempelajari pembuatan manisan siwalan dalam bentuk basah maupun kering, sirup, serta sari buah siwalan.
Berbagai keterampilan tersebut menjadi bekal bagi Mutmainah untuk mencoba mengembangkan produk olahan siwalan secara mandiri dan menjadikannya peluang usaha.
Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, Disperinaker Kabupaten Rembang berharap olahan siwalan dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah.
Selain meningkatkan nilai tambah hasil alam lokal, pengembangan olahan siwalan juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, mendorong tumbuhnya IKM, serta meningkatkan pendapatan masyarakat di Kecamatan Sulang.






