Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Lansia di Blora Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Diduga Bunuh Diri

badge-check


					Lansia di Blora Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Diduga Bunuh Diri Perbesar

Klikjateng, Blora — Seorang pria lanjut usia berinisial S (73), warga Dukuh Ngareng, Desa Tambaksari, Kecamatan Blora, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur di area persawahan Dukuh Krabyakan, Desa Temurejo, Senin (4/5/2026).

‎Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan pertama kali diterima Polsek Blora dari ketua RT sekitar pukul 08.00 WIB.

‎“Korban pertama kali ditemukan saksi di sumur tua area persawahan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ujar AKP Midiyono.

‎Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui keluar rumah sekitar pukul 02.00 WIB, yang terekam kamera CCTV di samping rumahnya. Keluarga yang curiga kemudian melakukan pencarian bersama warga hingga akhirnya menemukan korban di dalam sumur dengan posisi tengkurap.

‎Petugas dari Polsek Blora bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora langsung melakukan evakuasi. Sementara itu, tim medis dari Puskesmas Blora melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

‎“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. Kondisi telapak tangan dan kaki keriput karena terlalu lama di dalam air, serta ditemukan air keluar dari mulut, hidung, dan telinga,” jelasnya.

‎Dari keterangan keluarga, korban diketahui menderita penyakit prostat akut semasa hidupnya. Kondisi tersebut diduga memicu depresi yang berujung pada tindakan nekat.

‎Polisi turut mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban, yakni baju batik warna cokelat dan celana pendek warna biru tua. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

‎Kasus ini tercatat dalam laporan polisi nomor LP/Gangguan/B/10/V/2026/SPKT/Sek.Blora/Res.Blora/Polda Jateng.

‎AKP Midiyono mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anggota keluarga, khususnya lansia yang memiliki riwayat penyakit.

‎“Jika ada tanda-tanda depresi, segera ajak komunikasi atau bawa ke layanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan,” pungkasnya.

‎Turut mendatangi lokasi kejadian antara lain Waka Polsek Blora IPTU Bambang Utoyo, Kanit Reskrim IPTDA Eko Purnomo, KSPKT, petugas BPBD, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita