Menu

Mode Gelap
Bupati Blora Dukung Peluncuran 295 Koperasi Merah Putih, Siap Perkuat Ekonomi Desa Satlantas Polres Grobogan Ungkap Kasus Tabrak Lari Maut di Purwodadi Petani Lansia di Dukuh Wadung Blora Meninggal Saat Beraktivitas di Lahan Dua Pemotor Terjatuh Akibat Tumpahan Solar, Damkar Blora Lakukan Pembersihan Jalan Koperasi BME Blora Kirim Perdana Minyak Mentah Sumur Rakyat ke Pertamina Seleksi JPT Pratama Blora, Wabup Sri Setyorini Tinjau Langsung Asesmen di Mabes Polri

Berita

Koperasi BME Blora Kirim Perdana Minyak Mentah Sumur Rakyat ke Pertamina

badge-check


					Koperasi BME Blora Kirim Perdana Minyak Mentah Sumur Rakyat ke Pertamina Perbesar

Klikjateng, Blora – Koperasi Blora Migas Energi (BME) mulai mengirim minyak mentah hasil sumur rakyat ke Pertamina sebagai langkah awal mendukung peningkatan lifting minyak nasional sekaligus penguatan sektor energi daerah.

‎Ketua Koperasi BME Blora, Sutrisno, mengatakan pengiriman perdana dilakukan dari wilayah Desa Botoreco, Kecamatan Blora, dengan total sekitar 15 ribu liter minyak mentah.

‎“Ini menjadi langkah awal yang baik. Harapannya mampu mendorong peningkatan lifting minyak dan mendukung kemandirian energi,” ujarnya di Blora, Selasa (12/5/2026).

‎Menurut Sutrisno, saat ini terdapat sekitar 1.600 titik sumur rakyat yang berada dalam pembinaan BME dan tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Blora.

‎Wilayah tersebut meliputi Desa Plantungan di Kecamatan Blora, Desa Ngiyono di Kecamatan Japah, Desa Talokwohmojo dan Karangtengah di Kecamatan Ngawen, hingga Desa Plosorejo dan Botoreco di Kecamatan Kunduran.

‎“Dari ribuan sumur tersebut, potensi produksi minyak diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu liter per hari,” katanya.

‎Ia menjelaskan, seluruh minyak yang dikirim wajib melalui tahapan pengujian kualitas oleh Pertamina sebelum diterima. Salah satu syarat utama yakni kadar air maksimal 0,5 persen sesuai perjanjian kerja sama.

‎“Saat ini masih menunggu hasil laboratorium. Jika memenuhi syarat, baru bisa dibongkar,” jelasnya.

‎Sutrisno menambahkan, sebelumnya sampel minyak dari Desa Botoreco telah dinyatakan memenuhi standar Pertamina. Bahkan, kadar airnya disebut berada di bawah ambang batas yang ditentukan.

‎Untuk menjaga kualitas produksi, minyak dari Plantungan telah melalui proses penampungan dan pengendapan sebelum dikirim ke Pertamina.

‎Selain itu, armada truk tangki yang digunakan juga akan menjalani uji kelayakan bersama Pertamina, meliputi pemeriksaan spesifikasi teknis hingga kelengkapan operasional.

‎“Harapannya, sampel minyak dari Desa Plantungan yang dikirim kemarin juga bisa lolos seperti di Botoreco,” ujarnya.

‎Pengiriman sampel dari Plantungan dilakukan pada Senin (11/5/2026) menggunakan empat unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

‎Menurutnya, BME terus berupaya menyesuaikan seluruh proses produksi dan distribusi dengan ketentuan yang berlaku.

‎“Kami berupaya sebaik mungkin untuk menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang ada. Tinggal menunggu hasil laboratorium,” katanya.

‎BME juga bekerja sama dengan sejumlah BUMDes di desa-desa penghasil minyak rakyat guna mendukung pengelolaan dan pengiriman hasil produksi.

‎“Desa mana saja yang sudah siap produksi akan kami dorong menjalani uji sampel dan kelayakan lainnya,” tambahnya.

‎Ia berharap sinergi antara BME dan Pertamina dapat meningkatkan lifting minyak nasional, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.

‎“Harapannya, dari potensi perut bumi ini bisa meningkatkan Dana Bagi Hasil, PAD desa, serta kesejahteraan para penambang sumur rakyat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita