Menu

Mode Gelap
Pelajar Asal Tunjungan Alami Luka Serius Usai Tabrakan dengan Truk Box di Jalan Blora–Rembang ‎ Perhutani KPH Mantingan Lepas Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Usai PKL Sebulan HUT ke-66, SMPN 2 Blora Kerahkan 957 Siswa Bersihkan Pasar Sido Makmur Tim Gabungan Sita 32 Ribu Batang Rokok Ilegal di Demak Selama Empat Bulan Bupati Kudus Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Jelang Idul Adha, Bupati Blora Sidak Pasar Pon Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak Jual

Berita

HUT ke-66, SMPN 2 Blora Kerahkan 957 Siswa Bersihkan Pasar Sido Makmur

badge-check


					HUT ke-66, SMPN 2 Blora Kerahkan 957 Siswa Bersihkan Pasar Sido Makmur Perbesar

Klikjateng, Blora — Ratusan pelajar SMP Negeri 2 Blora turun langsung membersihkan area Pasar Sido Makmur dengan membawa 1001 sapu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 sekolah tersebut, Senin pagi (18/5/2026).

‎Aksi bertajuk gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) itu menjadi bentuk kepedulian pelajar terhadap kebersihan lingkungan publik sekaligus upaya menanamkan budaya gotong royong sejak dini.

‎Ketua Forum Kabupaten Blora Sehat (FKBS) Kabupaten Blora, Ainia Sholichah, mengapresiasi keterlibatan para siswa yang dinilai mampu membawa energi positif di ruang publik.

‎“Kalian membawa energi positif di tempat publik. Ini pembelajaran yang sangat baik,” ujarnya disambut tepuk tangan para siswa.

‎Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam menjaga kebersihan fasilitas umum merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran sosial masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang sehat dan tertata.

‎Ia menilai gerakan ASRI yang digelorakan SMP Negeri 2 Blora dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain bahkan berpotensi dikenal secara nasional.

‎“Setelah program ASRI digaungkan pemerintah pusat beberapa bulan terakhir, SMP 2 sudah lebih dulu menangkap dan melaksanakan gagasan itu,” ujarnya.

‎Kepala SMP Negeri 2 Blora, Tri Handayani, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan hari jadi sekolah, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.

‎“Kami ingin anak-anak memiliki kepedulian terhadap kebersihan diri, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat,” katanya.

‎Ia menjelaskan kegiatan bersih-bersih lingkungan akan dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali di sejumlah lokasi yang membutuhkan perhatian.

‎Selain itu, sekolah juga memiliki program Jumat Bersih yang dilaksanakan rutin setiap pekan di ruas jalan sekitar sekolah.

‎Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 957 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 terlibat langsung. Masing-masing jenjang terdiri atas 10 rombongan belajar dengan rata-rata 31 hingga 32 siswa per kelas.

‎Tak hanya siswa, sebanyak 67 guru dan karyawan turut mendampingi kegiatan. Sementara lima petugas tetap berada di sekolah untuk menjalankan layanan pendidikan.

‎Area pembersihan difokuskan mulai dari bagian depan, tengah hingga belakang Pasar Sido Makmur. Setiap kelas dibagi ke sejumlah titik dengan pendampingan guru.

‎“Sampah yang terkumpul kemudian diangkut ke terminal sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora,” ujar Tri Handayani.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, menegaskan sekolah tidak hanya dituntut menciptakan lingkungan belajar yang aman dari perundungan, tetapi juga nyaman dan bersih bagi siswa.

‎“Sekolah harus bersih, resik, dan tertata sehingga anak-anak nyaman berada di sekolah,” katanya.

‎Menurutnya, budaya hidup bersih yang diterapkan sekolah akan membentuk karakter disiplin sekaligus meningkatkan kepedulian sosial peserta didik terhadap lingkungan sekitar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita