Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Dukung Kelenteng Cu An Kiong Jadi Cagar Budaya Nasional

badge-check


					Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Dukung Kelenteng Cu An Kiong Jadi Cagar Budaya Nasional Perbesar

Klikjateng, Rembang – Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengunjungi Kabupaten Rembang, salah satu tujuannya adalah Kelenteng Cu An Kiong di Desa Soditan, Kecamatan Lasem. Dalam kunjungan tersebut, Giring menyampaikan komitmennya untuk mendorong kelenteng bersejarah ini menjadi cagar budaya nasional.

Kelenteng Cu An Kiong, yang merupakan salah satu kelenteng tertua di Nusantara, memiliki nilai historis yang erat dengan masuknya etnis Tionghoa ke Pulau Jawa. Giring mengaku sangat antusias selama kunjungannya. Bersama sang istri, Cynthia Reza, ia tak hanya mengamati dan memotret detail bangunan, tetapi juga mencoba ramalan tradisional Tionghoa, Ciam Si.

“Kelenteng ini sedang dalam proses untuk tercatat sebagai cagar budaya nasional. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung hal itu,” ujar Giring.

Ia juga mengapresiasi komunitas dan yayasan yang selama ini merawat kelenteng yang telah berdiri sejak abad ke-15 tersebut. Menurutnya, arsitektur dan artefak yang ada di Kelenteng Cu An Kiong sangat luar biasa.

“Jujur, saya pernah ke beberapa kelenteng di Indonesia, tapi kelenteng ini memiliki artefak yang luar biasa. Ada tandu berusia 600 tahun yang masih tersimpan dan dijaga dengan baik,” ungkapnya.

Pegiat pelestarian sejarah Lasem, Agni Malagina, menjelaskan bahwa kelenteng ini memiliki keunikan tersendiri dibanding kelenteng lainnya. Keaslian ragam hias, ukiran, serta nilai seni dan estetika yang tinggi menjadikannya simbol akulturasi budaya di Indonesia.

“Saat ini, Kelenteng Cu An Kiong masih berstatus cagar budaya tingkat kabupaten. Untuk naik menjadi cagar budaya nasional, harus ada situs atau bangunan yang dicagarbudayakan. Kami berharap Kementerian Kebudayaan dapat mendukung upaya pelestarian ini,” ujar Agni.

Kelenteng Cu An Kiong diharapkan segera mendapat pengakuan sebagai cagar budaya nasional agar dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita