Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Video Dugaan Perundungan di Salah Satu SMP di Blora Viral, Dindik dan Polisi Turun Tangan

badge-check


					Video Dugaan Perundungan di Salah Satu SMP di Blora Viral, Dindik dan Polisi Turun Tangan Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebuah video dugaan perundungan (bullying) di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah beredar luas di sebuah aplikasi berbayar.

Dalam video berdurasi sekitar 25 detik tersebut, terlihat seorang siswa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa temannya di dalam kamar toilet sekolah. Korban tampak dipukul dan diejek, sementara beberapa siswa lain hanya menonton tanpa berusaha melerai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa. Kasus ini akan ditangani secara serius agar tidak terulang lagi,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Pihak sekolah pun langsung bergerak cepat dengan memanggil para siswa yang terlibat beserta orang tua masing-masing untuk dilakukan mediasi. Kepala sekolah menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang mencoreng nama baik sekolah.

“Kejadian ini terjadi pada Jumat (8/11) saat jam istirahat. Kami sudah mempertemukan orang tua pelaku dan korban, serta berkoordinasi dengan Polsek, Unit PPA Polres Blora, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial untuk langkah pembinaan selanjutnya. Sekolah sangat prihatin atas kejadian ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Blora Kota AKP Rustam menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mendatangi sekolah tempat kejadian.

“Senin besok kami akan panggil semua yang terlibat untuk dimintai keterangan,” kata Rustam.

Dari sisi pendampingan, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, memastikan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan psikososial kepada korban maupun pelaku.

“Kami menurunkan tim pekerja sosial untuk melakukan asesmen awal. Fokus kami adalah pemulihan kondisi psikologis anak dan pembinaan karakter bagi seluruh pihak yang terlibat,” jelasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak—guru, siswa, maupun orang tua—untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita