Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Tempuran Waduk Fest 2026 Meriah, Bupati Arief Rohman Dorong Jadi Destinasi Wisata Bertaraf Internasional

badge-check


					Tempuran Waduk Fest 2026 Meriah, Bupati Arief Rohman Dorong Jadi Destinasi Wisata Bertaraf Internasional Perbesar

Klikjateng Blora – Yayasan Peduli Seni Indonesia kembali menggelar Tempuran Waduk Fest 2026 di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Sabtu (25/7/2026). Festival yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026, ini menjadi penyelenggaraan kedua dan diharapkan terus berkembang sebagai agenda wisata tahunan yang mampu mengangkat potensi Desa Tempuran hingga tingkat internasional.

‎Direktur Yayasan Peduli Seni Indonesia, Deby Subiyanti, mengatakan pelaksanaan Tempuran Waduk Fest tahun ini berlangsung lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Antusiasme masyarakat menjadi motivasi bagi panitia untuk terus menyelenggarakan festival tersebut setiap tahun.

‎”Tahun ini untuk kedua kalinya dan tentunya ini akan menjadi semangat untuk kami mengadakan Waduk Fest ketiga kalinya tahun depan,” ujarnya.

‎Deby berharap Tempuran Waduk Fest dapat menjadi agenda tahunan sekaligus memperkenalkan Waduk Tempuran sebagai destinasi wisata baru yang dikenal secara nasional maupun internasional.

‎”Terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu semua. Ini menjadi semangat bagi kami. Kami berharap waduk ini mendapat perhatian hingga tingkat internasional dan Waduk Fest bisa menjadi destinasi wisata baru,” katanya.

‎Berbagai kegiatan digelar dalam festival tersebut, mulai dari jelajah Waduk Tempuran, pagelaran seni ketoprak, Nguleg Fest, dialog budaya, hingga berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM.

‎Kepala Desa Tempuran, Keman, menyambut baik penyelenggaraan Tempuran Waduk Fest 2026. Menurutnya, dukungan dari diaspora Indonesia yang berada di Belanda menjadi nilai tambah dalam upaya memperkenalkan Desa Tempuran ke dunia internasional.

‎”Saya berharap Blora bisa dikenal di tingkat internasional melalui Tempuran Waduk Fest ini, karena Mbak Deby sangat bersemangat membawa Blora go internasional,” ujarnya.

‎Sementara itu, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Peduli Seni Indonesia, panitia, Pemerintah Desa Tempuran, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

‎Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional sehingga turut melibatkan anak-anak sebagai generasi penerus.

‎”Apresiasi juga saya sampaikan karena kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan melibatkan anak-anak yang kelak akan mewarisi waduk dan festival ini,” kata Bupati.

‎Menurut Arief Rohman, tema “Melaju di Air, Menari di Alam, Menjaga Warisan” sangat selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Blora.

‎”Melaju di Air menggambarkan semangat untuk terus bergerak maju memanfaatkan potensi yang kita miliki. Menari di Alam mengandung makna bahwa pembangunan harus berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. Sedangkan Menjaga Warisan mengingatkan kita bahwa sejarah, budaya, dan tradisi merupakan identitas yang harus diwariskan kepada generasi penerus,” jelasnya.

‎Bupati menilai Tempuran Waduk Fest menjadi media yang efektif untuk mempromosikan potensi alam, budaya, sejarah, serta produk unggulan Desa Tempuran yang lahir dari kreativitas masyarakat.

‎Ia juga mengapresiasi peran diaspora Blora, termasuk Deby Subiyanti yang kini menetap di Belanda namun tetap memiliki kepedulian terhadap daerah asalnya.

‎”Kita tahu banyak warga asli Blora yang kini menetap di berbagai negara, termasuk Mbak Deby yang tinggal di Belanda dan tetap merasa terhubung dengan Blora sehingga menginisiasi acara ini. Matur nuwun, Mbak Deby,” tuturnya.

‎Menurut Bupati, keberadaan diaspora menjadi peluang besar untuk mempromosikan pariwisata, budaya, produk UMKM, hingga ekonomi kreatif Kabupaten Blora kepada masyarakat internasional.

‎Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan program Dolan Blora yang terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

‎”Kami juga ingin berkolaborasi dengan Dekranasda karena Tempuran memiliki potensi yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Blora sangat mendukung kegiatan ini dan berharap Tempuran Waduk Fest terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin meriah,” katanya.

‎Bupati menegaskan, Tempuran Waduk Fest merupakan langkah nyata dalam membangun desa melalui potensi yang dimiliki masyarakat. Ia berharap festival ini terus berkembang, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, kreativitas atraksi, maupun dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

‎Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi seluruh unsur pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

‎”Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Tempuran Waduk Fest akan tumbuh menjadi agenda wisata unggulan Kabupaten Blora. Desa Tempuran akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan destinasi wisata yang membanggakan Kabupaten Blora,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita