Menu

Mode Gelap
Wabup Blora Dorong Petani Hutan Sosial Kembangkan Usaha, Siap Upayakan Bantuan CSR Pemkab Blora Gandeng UIN Sunan Kalijaga, Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Daerah Truk dan Pick up Terlibat Kecelakaan di Jalan Blora–Cepu, Tiga Orang Terlibat Insiden Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎

Berita

Stok LPG 3 Kg di Rembang Aman Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

badge-check


					Stok LPG 3 Kg di Rembang Aman Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying Perbesar

Klikjateng, Rembang – Stok gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Rembang dipastikan aman menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang telah berkoordinasi dengan Pertamina guna mengantisipasi kelancaran distribusi selama masa libur panjang.

‎Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mahfudz, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayahnya. Pihaknya terus melakukan pemantauan distribusi gas bersubsidi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

‎“Untuk LPG, stok Lebaran masih aman, jadi tidak ada kelangkaan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

‎Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi kendala distribusi saat libur nasional dan cuti bersama, pihaknya telah meminta Pertamina agar penyaluran LPG dapat diatur lebih awal atau setelah hari libur.

‎“Misalnya kuota yang mestinya dikirim hari Rabu, sementara Rabu libur, maka kami mohon agar dikirim di hari Selasa atau setelahnya. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekosongan pasokan di pangkalan,” jelasnya.

‎Dengan pengaturan tersebut, diharapkan distribusi LPG di Kabupaten Rembang tetap berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh gas selama periode libur panjang.

‎Mahfudz juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pengurangan pasokan LPG dari Pertamina, baik ke agen maupun dari agen ke pangkalan di Kabupaten Rembang.

‎Adapun kuota LPG untuk Kabupaten Rembang dalam satu tahun mencapai sekitar 6 juta tabung, atau rata-rata sekitar 500 ribu tabung setiap bulan.

‎“Dengan kuota tersebut, saya harap masyarakat tidak perlu panic buying. Beli saja sewajarnya karena sebenarnya tidak ada kelangkaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita