Menu

Mode Gelap
Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan

Berita

Sesepuh Samin Mbah Lasiyo Tutup Usia, Bupati Arief Ungkap Warisan Petuah Bijak Sang Tokoh Adat

badge-check


					Sesepuh Samin Mbah Lasiyo Tutup Usia, Bupati Arief Ungkap Warisan Petuah Bijak Sang Tokoh Adat Perbesar

Klikjateng, Blora — Kabupaten Blora berduka. Sesepuh Sedulur Sikep (Samin) Karangpace, Mbah Lasiyo, wafat pada usia 66 tahun di RSUP Dr. Kariadi Semarang, Kamis malam (20/11/2025). Kepergian tokoh adat yang dihormati ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, terlebih bagi Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang turut hadir memberikan penghormatan terakhir di kediaman Almarhum di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Jumat (21/11/2025).

“Saya bersama Pak Kapolres mewakili Forkopimda dan masyarakat Kabupaten Blora menghaturkan bela sungkawa atas kapundutipun Mbah Lasiyo. Beliau sesepuh kita, tokoh panutan. Selama ini beliau mengajarkan tentang kehidupan, dan itu sangat bermakna untuk kita semua,” ujar Bupati di Pendopo Sedulur Klopoduwur.

Bupati Arief: Perjuangan Mbah Lasiyo Harus Dilanjutkan

Bupati Arief juga menyampaikan doa agar Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia berharap nilai perjuangan dan ajaran Mbah Lasiyo dapat diteruskan generasi berikutnya, terutama oleh keluarga.

“Semoga keluarga diberi ketabahan dan kesabaran. Dan perjuangan Mbah Lasiyo bisa diteruskan oleh putra beliau serta kita semuanya,” ungkapnya.

Tokoh Adat yang Sederhana, Bijaksana, dan Mengayomi

Menurut Bupati Arief, Mbah Lasiyo dikenal sebagai sosok yang berwibawa, tenang, dan mampu merangkul seluruh golongan. Beliau menjadi figur penting dalam pelestarian kearifan lokal Sedulur Sikep “Samin” di Blora.

“Sejak saya menjadi Wakil Bupati hingga dua periode menjadi Bupati, beliau selalu mengajarkan kebaikan, kejujuran, serta agar manusia tidak iri, dengki, atau membenci,” kenang Bupati.

Ia menyebut nilai-nilai kehidupan yang diwariskan Mbah Lasiyo menjadi teladan bagi masyarakat Blora. “Makna-makna kehidupan dari beliau ingin kita teladani sebagai ketokohan yang mengajarkan kedamaian,” tambahnya.

Momen Terakhir Bersama Mbah Lasiyo

Bupati Arief juga mengisahkan bahwa ketika almarhum masih dirawat di RSUD Blora, beliau masih dapat berkomunikasi dan sempat meminta doa. Namun kondisinya melemah saat dipindahkan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Bupati terakhir mengunjungi kediaman Mbah Lasiyo menjelang bulan Suro, ketika beliau meminta adanya gelaran wayang sebagaimana tradisi pelestarian kebudayaan di Sedulur Sikep.

“Ketika Suro, beliau selalu ingin nguri-uri kebudayaan,” cerita Bupati.

Ribuan Pelayat Datangi Rumah Duka

Sejak Jumat pagi, pelayat terus berdatangan ke rumah duka di Desa Klopoduwur. Sebelum dimakamkan, jenazah disholati di Masjid Baitul Hadi oleh Bupati, Forkopimda, dan masyarakat.

Prosesi pemakaman dilangsungkan siang harinya di Situs Mbah Samin Suro Engkrek, tidak jauh dari kediaman beliau.

Halaman Pendopo Kampung Samin Karangpace juga dipenuhi karangan bunga duka cita dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMD, BUMN, tokoh nasional, hingga Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita