Menu ✖

Mode Gelap
Raih Nilai 93,44, Kudus Peringkat Kelima MCSP Tertinggi se-Jateng, Bupati Sam’ani Perkuat Pencegahan Korupsi Aktivasi IKD di Rembang Baru 2,85 Persen, Hanies Minta Kecamatan Genjot Layanan Digital Pemkab Blora Salurkan Bantuan Rp143,6 Juta untuk 59 Korban Angin Kencang di Nglandeyan dan Cepu Panen di Tengah Kemarau, Bupati Blora Dorong Pertanian Organik dan Teknologi Pembenah Tanah Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak

Berita

Panen di Tengah Kemarau, Bupati Blora Dorong Pertanian Organik dan Teknologi Pembenah Tanah

badge-check


					Panen di Tengah Kemarau, Bupati Blora Dorong Pertanian Organik dan Teknologi Pembenah Tanah Perbesar

Klikjateng, BLORA — Kabupaten Blora terus memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah. Di tengah tantangan musim kemarau, berbagai upaya dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian, mulai dari pengembangan pertanian organik hingga pemanfaatan teknologi pembenah tanah.

‎

‎Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman saat menghadiri panen padi di dua lokasi berbeda, Selasa (3/11/2026).

‎

‎Panen pertama berlangsung di Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, berupa padi organik hasil pembinaan Trubus dan Exxon. Selanjutnya, Bupati menghadiri panen raya padi di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, yang merupakan hasil penerapan teknologi pupuk pembenah tanah Gemburin dari PT Chemstar Agro Indonesia.

‎

‎Panen di tengah musim kemarau tersebut menjadi bukti potensi sektor pertanian Blora dalam menjaga produksi pangan. Pemerintah Kabupaten Blora berharap pengembangan pertanian dapat terus dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, Jawa Tengah, hingga nasional.

‎

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4), serta camat setempat.

‎

‎Beras Organik Besstiyu Bidik Pasar Premium

‎

‎Saat menghadiri panen padi organik di Desa Gondel, Bupati Arief Rohman mengapresiasi semangat para petani yang mengembangkan pertanian ramah lingkungan melalui pendampingan Trubus dan Exxon.

‎

‎Menurutnya, pertanian organik memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Namun, peningkatan produksi harus diimbangi dengan kepastian pasar agar hasil panen memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

‎

‎Saat ini, sekitar 108 petani di Desa Gondel tergabung dalam kelompok pengembangan pertanian organik dengan luas lahan mencapai 6,6 hektare.

‎

‎Produk beras organik yang dihasilkan telah memiliki merek dagang Besstiyu. Pemkab Blora berkomitmen membantu menghubungkan kelompok petani dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pemasaran.

‎

‎”Kalau harga beras biasa sekitar Rp 13.000 per kilogram, harapannya beras organik ini bisa dipasarkan minimal Rp 20.000 per kilogram. Dengan begitu, ada nilai tambah dan pembeda dibandingkan beras pada umumnya,” ujar Arief.

‎

‎Meski demikian, pengembangan beras organik masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan biaya dan peralatan pengolahan hasil panen. Beberapa kebutuhan yang dinilai penting di antaranya mesin penggiling, mesin oven, dan mesin vakum.

‎

‎Karena itu, pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pihak terkait perlu terus diperkuat. Pemerintah juga akan mendorong pengujian kualitas beras, mulai dari cita rasa, tingkat kepulenan, hingga daya tahan setelah dimasak.

‎

‎Arief menilai kualitas produk dan kemasan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi beras organik di pasar premium.

‎

‎”Kita punya cita-cita menjadikan Kabupaten Blora sebagai kabupaten organik. Pengembangannya dimulai dari desa-desa yang memiliki potensi, salah satunya Desa Gondel. Beberapa desa lainnya juga sudah mulai mengembangkan pertanian organik,” katanya.

‎

‎Bupati Arief juga menyampaikan apresiasi kepada Exxon dan Trubus, khususnya tim pendamping yang telah tinggal selama berbulan-bulan di wilayah tersebut untuk memberikan pembinaan dan pengetahuan kepada petani.

‎

‎Kelompok Perempuan Gondel Didorong Terus Berkembang

‎

‎Pengembangan pertanian organik di Desa Gondel juga melibatkan kelompok perempuan. Melalui program pendampingan selama kurang lebih enam bulan, para peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan baru, mulai dari budidaya sayuran hingga pembuatan pupuk organik secara mandiri.

‎

‎Perwakilan kelompok petani perempuan Desa Gondel, Unsiatun Noor, mengatakan para peserta telah mempraktikkan penanaman berbagai jenis sayuran organik, seperti kangkung, bayam, sawi, dan tomat.

‎

‎Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan nasi sebagai salah satu bahan pendukung dalam pertanian organik.

‎

‎”Sebelumnya kami belum memahami cara membuat MOL nasi. Melalui pendampingan program ini, kami diajari membuatnya sendiri dan alhamdulillah berhasil,” ungkap Unsiatun.

‎

‎Meski telah memperoleh banyak pengalaman, Unsiatun berharap program pendampingan tersebut dapat terus dilanjutkan. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan kelompok perempuan dalam pertanian organik masih perlu ditingkatkan.

‎

‎”Kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan. Meski sudah mendapatkan banyak pengalaman, pengetahuan dan keterampilan pertanian organik kami baru sekitar 50 persen dan belum sepenuhnya menguasai tekniknya,” katanya.

‎

‎Teknologi Gemburin di Kradenan Perlu Kajian Lanjutan

‎

‎Sementara itu, di lokasi panen kedua, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Bupati Arief Rohman menghadiri panen raya padi hasil penerapan teknologi pupuk pembenah tanah Gemburin yang dikembangkan PT Chemstar Agro Indonesia.

‎

‎Arief menyambut baik hasil demplot atau demonstrasi plot tersebut. Ia berharap teknologi pembenah tanah itu dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Blora.

‎

‎Namun, menurutnya, hasil panen yang baik perlu ditindaklanjuti dengan kajian dan pendampingan lebih lanjut. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui manfaat teknologi secara terukur, baik terhadap peningkatan produksi, kualitas tanah, maupun efisiensi biaya usaha tani.

‎

‎”Hasil demplot yang bagus ini perlu kita tindak lanjuti dengan kajian dan pendampingan lebih lanjut, sehingga kita mengetahui manfaatnya secara nyata, baik terhadap peningkatan produksi, kualitas tanah, maupun efisiensi biaya usaha tani,” ujarnya.

‎

‎Bupati meminta Kepala Dinas DP4, para penyuluh pertanian, dan Camat Kradenan untuk bersama-sama menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut.

‎

‎Informasi mengenai teknologi Gemburin juga diminta untuk disampaikan kepada kelompok tani dan petani lainnya. Dengan demikian, petani dapat melihat langsung hasil penerapannya, mempelajari cara penggunaan, serta mencoba teknologi tersebut sesuai kondisi lahan masing-masing.

‎

‎Arief berharap PT Chemstar Agro Indonesia tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani.

‎

‎”Kami berharap PT Chemstar Agro Indonesia dapat terus mendampingi petani, memberikan edukasi, serta mengembangkan kerja sama yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Blora,” pungkasnya.

‎

‎Melalui pengembangan pertanian organik dan pemanfaatan teknologi pertanian, Pemkab Blora berharap produktivitas lahan semakin meningkat, nilai tambah hasil panen semakin besar, dan kesejahteraan petani terus terangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita