Menu ✖

Mode Gelap
Raih Nilai 93,44, Kudus Peringkat Kelima MCSP Tertinggi se-Jateng, Bupati Sam’ani Perkuat Pencegahan Korupsi Aktivasi IKD di Rembang Baru 2,85 Persen, Hanies Minta Kecamatan Genjot Layanan Digital Pemkab Blora Salurkan Bantuan Rp143,6 Juta untuk 59 Korban Angin Kencang di Nglandeyan dan Cepu Panen di Tengah Kemarau, Bupati Blora Dorong Pertanian Organik dan Teknologi Pembenah Tanah Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak

Berita

Sakit Hati, Kakek di Kudus Nekat Bakar Mobil Ketua RT

badge-check


					Sakit Hati, Kakek di Kudus Nekat Bakar Mobil Ketua RT Perbesar

Klikjateng, Kudus – Seorang kakek berinisial W (59) nekat membakar mobil milik Ketua RT 4 RW 1, Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kudus, berinisial K, pada Jumat (21/9/2024) dini hari. Aksi ini dilatarbelakangi rasa sakit hati karena aspirasinya selama ini tidak didengar oleh korban.

Kapolres Kudus, AKBP Ronni Bonic, mengungkapkan bahwa pelaku membakar mobil jenis Avanza milik korban yang terparkir di rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB. “Pelaku melakukan aksi pembakaran setelah berjualan mi ayam keliling. Dia membeli Pertalite yang ditempatkan dalam botol plastik, kemudian menuju rumah korban untuk melancarkan aksinya,” ujar Ronni pada Sabtu (5/10/2024).

Sebelum membakar mobil, W membawa sebuah gas elpiji 3 kilogram dan celana panjang yang kemudian ia bakar dengan menggunakan Pertalite. “Tersangka melepas regulator gas elpiji sehingga gas menyembur keluar. Ia lalu membakar celana yang sudah disiram Pertalite dan mengarahkan gas yang menyembur ke api tersebut,” jelasnya.

Akibat dari tindakan tersebut, mobil korban rusak dan korban mengalami kerugian signifikan. W yang kabur ke Kabupaten Grobogan setelah kejadian, akhirnya ditangkap oleh polisi yang berhasil melacak keberadaannya.

Motif pembakaran ini diduga karena sakit hati pelaku. Menurut AKBP Ronni, pelaku merasa aspirasinya tidak pernah direspon oleh Ketua RT. “Gerobak mi ayam milik pelaku sering rusak, namun setiap kali mengadu kepada Ketua RT, keluhannya tidak pernah ditanggapi,” kata Ronni.

Atas perbuatannya, W dikenakan Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara karena sengaja membakar dan membahayakan. Ia juga dijerat dengan Pasal 486 KUHP yang memiliki ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

(Ka/V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita