Klikjateng Blora – Direktur RSUD Samin Surosentiko Randublatung, dr. Hartono, M.M., mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Blora Selatan meski rumah sakit tersebut baru beroperasi sekitar dua tahun dan masih menghadapi keterbatasan tenaga medis maupun sarana prasarana.
Hal itu disampaikan dr. Hartono saat diwawancarai pada Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, kehadiran RSUD Samin Surosentiko merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat Blora Selatan agar akses layanan kesehatan semakin dekat dan tidak selalu bergantung pada rumah sakit di wilayah lain.
”Rumah sakit ini memang menjadi usulan masyarakat Blora Selatan agar pelayanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat. Karena masih baru sekitar dua tahun, tentu masih banyak yang harus kami lengkapi, baik SDM maupun sarana prasarana,” ujarnya.
Saat ini RSUD Samin baru memiliki empat layanan spesialis dasar, yakni spesialis anak, penyakit dalam, bedah, dan obstetri-ginekologi (kandungan). Sementara untuk kasus yang membutuhkan dokter spesialis jantung, ortopedi, mata, THT, maupun saraf masih harus dirujuk ke rumah sakit lain.
”Kami berharap ke depan masyarakat tidak perlu dirujuk lagi ke luar daerah. Namun saat ini memang masih ada keterbatasan dokter spesialis dan fasilitas penunjangnya,” jelasnya.
Sebagai upaya meningkatkan pelayanan, RSUD Samin telah menambah satu dokter spesialis penyakit dalam sehingga kini pelayanan spesialis penyakit dalam tersedia setiap hari.
Dr. Hartono mengakui tantangan terbesar yang dihadapi rumah sakit saat ini adalah pemenuhan dokter spesialis. Selama ini kebutuhan tersebut dipenuhi melalui skema kerja sama kontrak BLUD yang membutuhkan biaya cukup besar.
”Rumah sakit di Randublatung memang masih kurang diminati dokter spesialis. Karena itu kami masih mengandalkan dokter kontrak. Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan jumlah dokter spesialis semakin banyak sehingga kebutuhan rumah sakit dapat terpenuhi,” katanya.
Ia menyebut jumlah kunjungan pasien rawat jalan mencapai sekitar 800 hingga 900 pasien setiap bulan, sedangkan pasien rawat inap berkisar 200 hingga 400 pasien per bulan.
Dalam pelayanan BPJS Kesehatan, RSUD Samin mulai melayani peserta sejak 14 Juli 2025. Selama hampir satu tahun berjalan, pelayanan BPJS dinilai berjalan lancar meski pasien dengan kasus tertentu tetap harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis dan fasilitas lebih lengkap.
”Kalau kasus jantung, ortopedi dan beberapa pelayanan lainnya memang masih harus dirujuk ke Solo atau Semarang karena belum bisa ditangani di sini,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, pada tahun 2026 RSUD Samin memperoleh proyek pembangunan gedung rawat inap senilai Rp5 miliar yang saat ini masih dalam proses lelang.
Pembangunan tersebut akan menambah sekitar 20 tempat tidur sehingga kapasitas rumah sakit meningkat dari 52 menjadi sekitar 70 tempat tidur pada tahun 2027.
”Tahun ini kami mendapat proyek pembangunan gedung rawat inap. Harapannya tahun depan kapasitas tempat tidur bisa bertambah sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” jelasnya.
Selain itu, RSUD Samin juga diusulkan menjadi lokasi penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan tahun 2027 untuk pengadaan alat kesehatan dan pengembangan sarana rumah sakit. Saat ini usulan tersebut masih dalam proses pembahasan bersama Kementerian Kesehatan.
Di bidang inovasi pelayanan, RSUD Samin meluncurkan program LAMPU PASIEN (Layanan Jemput Pasien) berupa layanan ambulans gratis bagi masyarakat yang berada dalam radius lima kilometer dari rumah sakit.
”Layanan ini kami siapkan untuk memudahkan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. Ambulans akan menjemput pasien langsung ke lokasi,” terang dr. Hartono.

Layanan LAMPU PASIEN dapat diakses melalui WhatsApp di nomor 0823-2397-3218.
Menutup wawancara, dr. Hartono mengajak masyarakat Blora Selatan menjadikan RSUD Samin Surosentiko sebagai pilihan utama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
”Kami terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Harapan kami, tahun 2027 nanti pelayanan spesialis semakin lengkap sehingga masyarakat Blora Selatan tidak perlu jauh-jauh berobat ke Cepu, Blora maupun kota lainnya,” pungkasnya.






