Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

RSUD dr. R. Soetijono Blora Terapkan Sistem Triase di IGD untuk Percepat Penanganan Pasien Darurat

badge-check


					RSUD dr. R. Soetijono Blora Terapkan Sistem Triase di IGD untuk Percepat Penanganan Pasien Darurat Perbesar

Klikjateng, Blora – RSUD dr. R. Soetijono Blora terus melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), guna memastikan pasien mendapatkan penanganan cepat dan tepat sesuai kondisi medisnya.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Farida Laela, menjelaskan bahwa di IGD sudah diterapkan sistem triase, yaitu metode penyortiran pasien berdasarkan tingkat kegawatan penyakit atau cedera.

“Begitu pasien masuk IGD, akan dilakukan screening oleh dokter. Kami sudah menerapkan sistem triase dengan garis berwarna di lantai, yakni hitam, hijau, kuning, dan merah. Warna-warna ini juga terkoneksi dengan cat di dinding agar lebih mudah dipahami,” jelas dr. Farida, Kamis (18/9/2025).

Ia menerangkan, garis merah menandakan pasien dalam kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani, kuning untuk pasien dengan kondisi serius namun masih bisa menunggu, hijau bagi pasien ringan, sedangkan hitam diarahkan ke bagian belakang untuk pasien yang sudah meninggal dunia.

“Dengan sistem ini, pasien langsung ditempatkan sesuai kondisi, sehingga tidak terjadi salah identifikasi. Setiap pasien juga sudah diberikan penomoran agar pelayanan lebih tertib dan terpantau,” tambahnya.

Menurut dr. Farida, keberadaan sistem triase sangat penting untuk mempercepat alur pelayanan di IGD. “Tujuannya agar pasien benar-benar mendapatkan layanan sesuai tingkat kegawatannya. Jadi pasien darurat bisa langsung ditangani tanpa harus menunggu lama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita