Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Remaja 14 Tahun di Todanan Blora Ditemukan Meninggal di Kamar Rumah

badge-check


					Remaja 14 Tahun di Todanan Blora Ditemukan Meninggal di Kamar Rumah Perbesar

Klikjateng, Blora — Seorang remaja laki-laki berinisial AFS (14), warga Dukuh Sumberejo, Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

‎Kapolsek Todanan Iptu Suhari melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga.

‎“Benar, Polsek Todanan telah mendatangi TKP adanya laporan warga terkait seorang remaja yang meninggal dunia diduga karena gantung diri. Saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKP Midiyono.

‎Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban yang baru pulang dari bekerja. Saat membuka pintu kamar, korban sudah dalam kondisi tergantung. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan, hingga warga sekitar berdatangan ke lokasi. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Kepala Desa Kedungbacin ke Polsek Todanan.

‎Petugas Polsek Todanan bersama unsur Koramil, Satpol PP, dan tim medis dari Puskesmas Gondoriyo segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎“Dari keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya karena masalah pribadi. Namun kami tetap melakukan pendalaman,” tambahnya.

‎Polisi telah melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

‎AKP Midiyono juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak dan remaja serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga.

‎“Jika ada permasalahan, mari kita bicarakan baik-baik. Jangan memendam sendiri. Silakan minta bantuan keluarga, tokoh agama, atau layanan konseling,” pesannya.

‎Sebagai informasi, masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi layanan dukungan kesehatan mental melalui hotline 119 ext. 8 (SEJIWA Kemenkes) atau layanan konseling terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita