Menu ✖

Mode Gelap
Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎ Bus Sekolah Gratis Blora Resmi Diluncurkan, Layani Koridor Blora–Kunduran Bupati Blora Lantik Sunaryo Jadi Sekda, Harmonisasi Anggaran 2027 Jadi Prioritas Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Blora Beri Penghargaan kepada Lima Pemuda Inspiratif

Berita

PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit

badge-check


					PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Perbesar

Klikjateng, REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berupaya menyelesaikan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui berbagai program bantuan. Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Rembang juga menggandeng pihak swasta untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

‎

‎Salah satu pihak yang turut berkontribusi yakni PT Djarum. Melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), perusahaan tersebut merehabilitasi sebanyak 16 rumah warga Kabupaten Rembang menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

‎

‎Bantuan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni delapan unit rumah di Desa Landoh, Kecamatan Sluke, empat unit di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, serta empat unit lainnya di Desa Bendo, Kecamatan Sluke.

‎

‎Seluruh pembangunan rumah yang telah selesai tersebut diserahterimakan kepada para penerima manfaat di Pendopo Museum RA Kartini, Kamis (29/10/2026).

‎

‎Salah satu penerima manfaat, Masduqi, warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, mengaku bersyukur keluarganya kini dapat menempati rumah yang lebih nyaman dan aman.

‎

‎Sebelumnya, Masduqi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh petani garam harus tinggal bersama istri dan anak-anaknya di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Dinding rumahnya masih terbuat dari anyaman bambu atau gedeg, sementara lantainya berupa tanah.

‎

‎Kondisi tersebut membuat keluarganya kerap khawatir, terutama saat musim penghujan tiba. Atap rumah yang masih menggunakan kayu juga sering mengalami kebocoran.

‎

‎“Dulu kalau hujan dan angin saya takut rumah roboh. Atap masih kayu, dindingnya gedeg (anyaman bambu), lantainya juga masih tanah, jadi kalau hujan sering bocor dan rembes. Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah membantu membangun rumah kami,” ujar Masduqi.

‎

‎Bupati Rembang, H. Harno, mengapresiasi kontribusi PT Djarum melalui program RSLH yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎

‎Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Rembang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyediaan hunian yang layak dan berkualitas.

‎

‎Harno menyebut, kerja sama antara Pemkab Rembang dengan PT Djarum telah terjalin cukup lama. Selain melalui program sosial, keberadaan perusahaan tersebut juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Rembang.

‎

‎“Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Rembang dengan PT Djarum sudah terjalin cukup lama, mulai dari keberadaan pabrik di Rembang hingga mampu mengurangi angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja. Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ucap Harno.

‎

‎Lebih lanjut, Harno berharap jumlah bantuan rumah sederhana layak huni dari PT Djarum dapat ditingkatkan pada tahun mendatang.

‎

‎Ia berharap, dari sebelumnya 16 unit rumah, jumlah bantuan tersebut bisa meningkat menjadi minimal 50 unit.

‎

‎“Tadi sudah saya sampaikan langsung. Dari 16, bisa minimal ke 50. Ya paling tidak, Rembang ada peningkatan,” tuturnya.

‎

‎Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan rumah yang layak merupakan fondasi penting bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

‎

‎Menurutnya, hunian yang layak menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, pembangunan rumah melalui program RSLH dilakukan dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan bagi para penerima manfaat.

‎

‎Achmad menjelaskan, pembangunan 16 rumah tersebut memiliki beberapa kategori sesuai kebutuhan masing-masing penerima bantuan.

‎

‎Untuk rumah dengan dua kamar tidur, biaya pembangunan rata-rata mencapai Rp70 juta. Sementara rumah dengan tiga kamar tidur membutuhkan anggaran sekitar Rp82 juta. Adapun rumah yang masuk kategori renovasi membutuhkan biaya sekitar Rp85 juta.

‎

‎“Dari 16 rumah itu ada tiga kategori. Yang dua kamar, rata-rata Rp70 juta, sedangkan yang tiga kamar habis Rp82 juta dan ada pula yang direnovasi kira-kira Rp85 jutaan,” kata Achmad.

‎

‎Melalui program tersebut, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dapat terus diperkuat untuk mempercepat penanganan RTLH sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita