Menu

Mode Gelap
HKG PKK ke-54 Tingkat Jateng Dipusatkan di Blora, Luncurkan Program “Kencan Bumil” dan SIM PKK Polres Blora Ikuti Panen Raya Jagung Serentak dan Launching SPPG Polri Bersama Presiden RI ‎ Korban Dugaan Investasi Bodong Snapboost di Blora Bertambah Jadi 35 Orang, Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar Pelajar Asal Tunjungan Alami Luka Serius Usai Tabrakan dengan Truk Box di Jalan Blora–Rembang ‎ PT Blora Patra Energi Raup Pendapatan Rp24,3 Miliar dari Pengelolaan Sumur Tua pada 2025 ‎ Perhutani KPH Mantingan Lepas Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Usai PKL Sebulan

Berita

PT Blora Patra Energi Raup Pendapatan Rp24,3 Miliar dari Pengelolaan Sumur Tua pada 2025 ‎

badge-check


					PT Blora Patra Energi Raup Pendapatan Rp24,3 Miliar dari Pengelolaan Sumur Tua pada 2025 ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora — PT Blora Patra Energi (BPE) mencatat pendapatan sekitar Rp24,3 miliar dari pengelolaan minyak sumur tua sepanjang tahun 2025. Pendapatan tersebut berasal dari produksi minyak di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, dan Lapangan Semanggi, Kecamatan Jepon.

‎Direktur Utama BPE, Giri Nur Baskoro, mengatakan produksi minyak dilakukan bersama para penambang minyak tua yang selama ini menjadi mitra perusahaan.

‎“Pada tahun 2025 jumlah sumur aktif yang berproduksi tercatat sebanyak 100 titik sumur, terdiri dari 96 sumur di Ledok dan empat sumur di Semanggi,” katanya di Blora, Senin (18/5/2026).

‎Dari jumlah tersebut, total produksi minyak sepanjang 2025 mencapai sekitar 5.226.000 liter. Khusus di Lapangan Ledok, rata-rata produksi tiap sumur mencapai sekitar 250 liter per hari, meski kapasitas masing-masing sumur berbeda.

‎Ia menjelaskan, BPE mendapat mandat dari PT Pertamina untuk mengoperasikan sekitar 115 titik sumur tua di Lapangan Ledok dan empat titik sumur di Lapangan Semanggi.

‎Menurut Giri, tren produksi minyak sumur tua di Kabupaten Blora masih menunjukkan perkembangan positif. Hingga April 2026, jumlah sumur aktif yang mengirimkan produksi meningkat menjadi 115 titik sumur.

‎Dalam pengelolaan minyak mentah tersebut, perhitungan harga mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP). Pada Februari 2025, ICP tercatat sebesar 61,02 dolar Amerika Serikat per barel dengan kurs Bank Indonesia sebesar Rp16.828 per dolar AS.

‎Perhitungan harga minyak mentah dilakukan menggunakan formula 70 persen dikalikan ICP dan kurs BI, kemudian dibagi konversi 158,987 liter per barel. Dari formula tersebut diperoleh harga sekitar Rp4.521,10 per liter.

‎Harga itu menjadi dasar pembagian hasil antara mitra dan BUMD, dengan komposisi mitra memperoleh 80 persen dan BUMD sebesar 20 persen. Selain itu, dalam skema pengelolaan juga diperhitungkan kualitas minyak mentah, termasuk kandungan H2S sebesar dua persen serta alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) desa sekitar 0,5 persen.

‎Giri menambahkan, BPE turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blora sebesar enam persen per tahun dari total keuntungan perusahaan.

‎“Keberadaan pengelolaan sumur tua ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.

‎Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BPE juga membantu pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Blora.

‎Sebelumnya, pada tahun 2024 BPE membukukan pendapatan sekitar Rp62,19 miliar dari produksi harian gabungan mencapai 43.360 liter per hari di Lapangan Ledok dan Lapangan Semanggi.

‎“Produksi harian tersebut terdiri atas Lapangan Ledok sebesar 7.322 galon AS atau sekitar 27.710 liter per hari dan Lapangan Semanggi sebesar 4.134 galon AS atau sekitar 15.650 liter per hari,” kata Giri.

‎Sementara pada periode 1-13 November 2023, produksi minyak BPE tercatat mencapai 410.651,31 liter atau setara 2.582,71 barel, yang berasal dari Lapangan Ledok sebesar 231.898,70 liter dan Lapangan Semanggi sebesar 178.752,61 liter.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita