Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Polres Blora Ungkap Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur

badge-check


					Polres Blora Ungkap Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur Perbesar

Klikjateng, Blora – Polres Blora berhasil mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (2/1/2025) di Aula Polres Blora. Acara tersebut dihadiri Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, Kasat Reskrim AKP Selamet, serta Plh. Kasi Humas AKP Subardi.

Kapolres Blora menjelaskan bahwa tersangka dalam kasus ini adalah B alias Dion (22), warga Kecamatan Banjarejo, sementara pelapor adalah N (45), ayah korban yang juga berasal dari Kecamatan Banjarejo.

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Kapolres, kejadian pertama terjadi pada tahun 2023 di kamar Hotel Sumber Rejeki, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kedungjenar, Blora. Tersangka menghubungi korban melalui WhatsApp dan membujuknya untuk bertemu di hotel tersebut.

“Tersangka membujuk korban dengan kata-kata ‘Uwes, ogak usah wedi. Nek ono opo-opo, aku tanggung jawab,’ yang berarti ‘Sudah, tidak usah takut. Kalau ada apa-apa, saya tanggung jawab.’ Setelah korban terpedaya, tersangka melakukan hubungan suami istri dengan korban di lokasi tersebut. Hal ini terjadi berulang kali, hingga terakhir kali pada Selasa, 18 Juni 2024,” jelas Kapolres.

Jeratan Hukum
Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukuman maksimal yang dapat dikenakan adalah 12 tahun penjara.” Pungkas AKBP Wawan Andi Susanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita