Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Polisi Bongkar Makam Ayah dan Anak di Blora, Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana

badge-check


					Polisi Bongkar Makam Ayah dan Anak di Blora, Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Perbesar

Klikjateng, Blora – Kepolisian Resor (Polres) Blora terus mendalami kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan seorang ayah dan anak di Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Guna memastikan penyebab kematian, polisi bersama tim Biddokes Polda Jawa Tengah dan Inafis melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam kedua korban untuk autopsi pada Jumat (28/2/2025).

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, mengatakan ekshumasi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wangil untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga akibat menenggak air mineral bercampur zat tertentu.

“Ada dua makam, orang tua dan anaknya. Hari ini dilakukan ekshumasi untuk diautopsi,” ujar AKP Selamet di lokasi ekshumasi.

Menurutnya, autopsi dilakukan atas persetujuan pihak keluarga untuk memastikan apakah ada zat berbahaya di dalam tubuh korban yang berkaitan dengan air mineral yang mereka minum sebelum meninggal dunia.

“Hasil autopsi masih menunggu keterangan resmi dari tim Biddokes Polda Jawa Tengah dan akan melengkapi berkas perkara,” tambahnya.

Terduga Pelaku Ditangkap di Samarinda

Muslikan (45) dan anaknya SK (9) meninggal pada Jumat (21/2/2025) malam. Muslikan ditemukan tewas di rumahnya, sementara sang anak meninggal di puskesmas setelah sempat mendapatkan perawatan.

Sepekan setelah kejadian, polisi telah memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap lebih jauh dugaan pembunuhan berencana ini. Bahkan, seorang terduga pelaku yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban berhasil diamankan oleh anggota Satreskrim Polres Blora di Samarinda, Kalimantan Timur.

“Pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan. Beberapa hari lalu, terduga pelaku yang masih kerabat dengan korban sudah diamankan di Samarinda,” ungkap AKP Selamet.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan bukti forensik lain untuk menguatkan proses penyidikan. Kepolisian berjanji akan segera menyampaikan hasilnya kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita