Klikjateng, Semarang — Beragam informasi mengenai rencana penyampaian aspirasi yang beredar di media sosial menjadi perhatian Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta memastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Polda Jateng menegaskan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi diharapkan tetap dilakukan dengan memperhatikan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat lainnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan masyarakat tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
“Kami memahami bahwa masyarakat memiliki perhatian dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang. Silakan menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik. Kami mengajak masyarakat untuk terlebih dahulu memastikan informasi yang diterima, sehingga tidak ada yang dirugikan akibat informasi yang belum tentu benar,” ujar Yuliyanto di Mapolda Jateng, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, media sosial menjadi ruang komunikasi yang sangat terbuka sehingga informasi dapat tersebar dengan cepat dan diterima banyak orang dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat diminta lebih cermat sebelum meneruskan informasi maupun mengikuti ajakan yang beredar.
“Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi dapat tersampaikan dengan baik dan suasana tetap nyaman bagi semua. Mari bersama-sama menjaga agar penyampaian pendapat berlangsung secara damai, tertib, dan tetap menghormati kepentingan masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Yuliyanto menambahkan, Polda Jateng akan terus mengikuti perkembangan informasi dan situasi di tengah masyarakat. Dalam menyikapi dinamika tersebut, kepolisian mengedepankan komunikasi serta langkah-langkah persuasif.
“Kami mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyampaikannya dengan cara yang baik,” pungkasnya.






