Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Hukum & Kriminal

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Muatan Truk di Semarang, Tim SAR Kerahkan Alat Berat

badge-check


					Pengendara Motor Tewas Tertimpa Muatan Truk di Semarang, Tim SAR Kerahkan Alat Berat Perbesar

Klikjateng, Semarang – Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertimpa muatan truk di Jalan Arteri Utara, Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Rabu (23/7). Jenazah korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 19.31 WIB.

Kejadian bermula saat sebuah truk bermuatan rongsokan besi melakukan perjalanan dari Genuk menuju Jakarta. Ketika melintas di Jembatan Layang Arteri, sopir truk merasa muatannya miring dan berupaya menepi ke sisi kiri jalan dengan kecepatan rendah.

Namun, sebelum berhasil berhenti, truk tiba-tiba oleng ke arah kanan. Di saat bersamaan, sebuah mobil dan sepeda motor tengah melintas di jalur kanan.

Mobil berhasil menghindar, namun nahas, pengendara motor tidak sempat menghindari dan terhimpit antara besi pembatas jembatan dan material besi muatan truk.

“Korban meninggal di lokasi kejadian dan berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 19.31 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono.

Ia menambahkan, pencarian sempat dilanjutkan karena adanya kesaksian warga yang menduga masih ada korban lain tertimpa muatan.

Pada pukul 22.35 WIB, alat berat berupa crane didatangkan untuk membantu proses evakuasi. Namun setelah dilakukan pencarian menyeluruh, tidak ditemukan korban lain.

“Kendala utama dalam proses pencarian adalah medan yang sulit dan adanya kebocoran aliran listrik akibat muatan besi tertimpa truk, sehingga membahayakan tim di lapangan,” jelas Budiono.

Pencarian resmi ditutup pada pukul 23.00 WIB setelah dipastikan tidak ada korban tambahan. Seluruh tim SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi hingga korban berhasil dievakuasi,” pungkas Budiono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal