Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Pemkab Grobogan Siapkan Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

badge-check


					Pemkab Grobogan Siapkan Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perbesar

Klikjateng, Grobogan – Persoalan sampah di Kabupaten Grobogan terus menjadi perhatian serius. Selain volumenya yang terus meningkat, dampak terhadap kebersihan lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat juga semakin terasa.

Sejumlah pemangku kepentingan pun mulai menunjukkan ketertarikan dengan menawarkan gagasan serta peluang kerja sama. Kondisi ini menjadi momentum bagi Pemkab Grobogan untuk menyiapkan langkah strategis agar kebijakan pengelolaan sampah lebih jelas, terukur, dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, memimpin rapat koordinasi bersama perangkat daerah di ruang rapat Sekda, Jumat (29/8/2025). Forum ini menjadi bagian dari rangkaian pembahasan yang bertujuan memperdalam konsep sekaligus memastikan sinergi lintas sektor berjalan searah.

“Sudah sering kita bahas, bahkan berbagai pihak pernah menawarkan solusi. Artinya, persoalan sampah ini memang serius dan butuh penanganan yang terintegrasi,” tegas Anang.

Dalam forum tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memaparkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular menuju Zero Waste to Landfill. Prinsip utama konsep ini adalah mengurangi timbulan sejak dari hulu, memaksimalkan daur ulang dan pemanfaatan kembali, serta menekan seminimal mungkin residu yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

DLH juga menjelaskan karakter sampah di Grobogan, yang didominasi sampah organik (50–65%), diikuti anorganik (35–45%), dan residu di bawah 5 persen. Hal ini menjadi dasar penting dalam menentukan penerapan teknologi tepat guna.

Selain aspek teknis, forum juga menegaskan pentingnya kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, desa, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat luas diharapkan dapat bergerak bersama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Agenda diskusi turut menyinggung peluang kemitraan, regulasi pendukung, penyediaan sarana prasarana, serta opsi pembiayaan.

Melalui pendekatan ini, Pemkab Grobogan berharap solusi yang dirumuskan lebih realistis, efisien, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

“Pada akhirnya, penanganan sampah bukan sekadar urusan teknis kebersihan, melainkan bagian dari tanggung jawab kolektif untuk memastikan Grobogan mewarisi lingkungan yang sehat, tertib, dan berkelanjutan,” pungkas Anang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita