Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Pemkab Blora Hentikan Program Ambyar Pak To, Dinilai Tak Efektif Dongkrak Pajak Restoran

badge-check


					Pemkab Blora Hentikan Program Ambyar Pak To, Dinilai Tak Efektif Dongkrak Pajak Restoran Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora resmi menghentikan program Ayo Bayar Pajak Restoran atau Ambyar Pak To yang telah berjalan selama setahun. Keputusan ini diambil usai evaluasi menunjukkan program tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan pajak restoran.

Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, Susi Widyorini, mengatakan, nilai pajak restoran tidak mengalami kenaikan berarti, baik sebelum maupun sesudah penerapan program itu.

“Padahal ada biaya yang cukup besar, mulai dari hadiah hingga biaya pelaksanaan. Antara biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dinilai tidak sebanding,” ujarnya, Selasa (13/8/2025).

Menurutnya, penghentian program ini justru menjadi langkah efisiensi anggaran daerah. Ia memastikan, tanpa program ini, perolehan pajak restoran tidak akan terdampak negatif.

“Program ini hanya berjalan satu tahun. Setelah dievaluasi tidak efektif, ya kita cari inovasi lain yang lebih tepat sasaran,” imbuhnya.

Ke depan, Pemkab Blora berencana menekan biaya pelaksanaan program tanpa mengurangi potensi pendapatan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menambah pemasangan tapping box di restoran. Perangkat ini akan dibiayai Bank Jateng dengan skema per ruas jalan, sehingga tidak membebani APBD.

“Kalau bisa kita tidak keluar biaya besar, tapi dampaknya terasa pada pendapatan,” tegas Susi.

Sebagai catatan, pada 2024 program Ambyar Pak To menyiapkan total hadiah senilai Rp100 juta, dengan hadiah utama sepeda listrik, diikuti smartphone, logam mulia, dan tabungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita