Klikjateng Malang – Pemerintah Kabupaten Blora resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang penguatan sinergi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan berlangsung di Kampus UNISMA, Malang, Sabtu (18/7/2026).
Rombongan Pemkab Blora dipimpin langsung Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman didampingi sejumlah kepala perangkat daerah. Kehadiran rombongan disambut Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, beserta jajaran pimpinan universitas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief memaparkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Blora sekaligus menawarkan peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Blora memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari industri kerajinan kayu jati, minyak dan gas bumi, hingga pertanian dan peternakan yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Di sektor pertanian, produksi Gabah Kering Giling (GKG) Kabupaten Blora pada 2025 mencapai 530.818 ton atau meningkat 25,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi beras juga naik menjadi sekitar 305.252 ton.
Sementara itu, produksi jagung mencapai 482.466 ton atau meningkat 22,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kebutuhan konsumsi daerah yang relatif kecil, sebagian besar hasil panen dipasarkan ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak.
Selain dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah, Blora juga menjadi daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah dan terbesar kedua di Indonesia.
Bupati Arief turut memperkenalkan inovasi Gerakan Sejuta Kotak Umat (GASEKU), yakni program pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik yang telah dijalankan sejak 2023.
Menurutnya, program tersebut menjadi solusi dalam meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Berkat inovasi tersebut, Kabupaten Blora berhasil meraih Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri.
”Hingga tahun 2026, gerakan pertanian organik telah berkembang di puluhan desa. Saat ini sudah terdapat 1.124 kotak pupuk organik dengan hasil produksi sekitar 1.465 ton pupuk organik yang telah diaplikasikan pada lahan pertanian. Bahkan sudah ada kelompok tani yang berhasil memproduksi beras organik dengan nilai ekonomi yang terus meningkat,” ujar Arief.
Selain pertanian organik, Pemkab Blora juga terus mendorong regenerasi petani melalui Gerakan Petani Milenial, yang memanfaatkan teknologi modern, mekanisasi pertanian, pemasaran digital, hingga pengembangan agribisnis.
Di bidang pendidikan, Arief memaparkan inovasi Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan secara inklusif.
Program tersebut berhasil mengantarkan Kabupaten Blora meraih Juara I Nasional Anugerah Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam Tahun 2025 dari Kementerian Agama RI.
Bupati menegaskan berbagai persoalan pembangunan, seperti penanggulangan kemiskinan, penurunan angka stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi daerah tidak dapat diselesaikan pemerintah daerah sendiri.
Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi berbasis riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat.
”Kami berharap kerja sama ini menghasilkan program-program nyata yang mendukung percepatan pembangunan daerah, mulai dari penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sektor pertanian, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Arief.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) memanfaatkan kerja sama dengan UNISMA melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1) maupun Magister (S2).
Melalui program tersebut, diharapkan semakin banyak ASN Kabupaten Blora yang mampu meningkatkan kompetensi akademik dan profesional tanpa meninggalkan tugas kedinasan, sehingga kualitas pelayanan publik kepada masyarakat terus meningkat.






