Klikjateng Blora – Kepala SMA Negeri 1 Randublatung, Harmoko, menegaskan bahwa proyek revitalisasi sekolah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 senilai Rp2.343.168.000 dilaksanakan dengan mekanisme swakelola dan siap diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Aparat Penegak Hukum (APH).
Hal itu disampaikan Harmoko saat diwawancarai wartawan pada Jumat (24/7/2026) di sela pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah.
Menurut Harmoko, sebagai penerima anggaran, dirinya bertindak sebagai penanggung jawab utama pelaksanaan kegiatan. Namun, dalam pelaksanaannya telah dibentuk Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) yang bertugas mengelola pekerjaan.
”Pelaksanaan revitalisasi ini menggunakan dana APBN dan dikerjakan secara swakelola. Penanggung jawabnya Kepala Sekolah sebagai penerima anggaran, kemudian dibentuk tim panitia revitalisasi untuk melaksanakan pekerjaan,” ujar Harmoko.
Ia menjelaskan, ketua pelaksana proyek adalah Dianto, S.T., sedangkan pengawasan teknis dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat, yakni Khoirul, yang disebut telah memiliki sertifikasi Grade 7.
Terkait adanya perbedaan keterangan yang sempat muncul mengenai pengelola proyek, Harmoko menyebut hal tersebut hanya disebabkan oleh miskomunikasi.
”Itu hanya miskomunikasi saja,” katanya.

Lima Titik Pekerjaan
Harmoko memaparkan, revitalisasi senilai Rp2,34 miliar tersebut mencakup lima paket pekerjaan, yaitu pembangunan ruang administrasi, rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan tiga ruang kelas baru di lantai atas, pembangunan satu laboratorium IPA, serta pembangunan satu unit toilet siswa.
Ia juga menyebut jumlah peserta didik di SMAN 1 Randublatung saat ini mencapai sekitar 1.076 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar (rombel).
BPJS Ketenagakerjaan Sedang Diproses
Menanggapi sorotan mengenai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja proyek, Harmoko mengatakan proses pendaftaran telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.
”Sudah dalam proses. Tiga hari yang lalu. Ada sekitar 30 tenaga kerja,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar pekerja merupakan warga lokal dari sekitar sekolah, sedangkan tenaga teknis pengawas berasal dari luar daerah.
Komite Sekolah Ikut Mengawal
Guru SMAN 1 Randublatung, Gunawan, yang mendampingi proses pengawasan dari unsur komite sekolah, mengatakan pihaknya kini memperkuat koordinasi agar tidak terjadi lagi miskomunikasi.
Ia menjelaskan, komite sekolah ikut dilibatkan sebagai unsur pengawas pendamping guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan petunjuk teknis (juknis).
”Kami memastikan material maupun pekerjaan sesuai dengan RAB. Kalau ada ketidaksesuaian, kami komunikasikan dengan panitia. Fungsi kami agar tidak terjadi miskomunikasi lagi,” ujarnya.
Gunawan menambahkan, sebagian material diperoleh dari wilayah Blora, sementara tenaga kerja didominasi masyarakat sekitar sekolah.
Siap Diaudit
Saat ditanya mengenai kesiapan apabila proyek diaudit oleh BPK, Inspektorat maupun aparat penegak hukum, Harmoko dan Gunawan menyatakan siap.
”Siap,” jawab keduanya serempak.
Gunawan juga mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi tersebut telah mendapatkan monitoring dari tim Kementerian Pendidikan serta BBPMP.
”Minggu lalu sudah ada monitoring dari Kementerian Pendidikan, kemudian dari BBPMP juga sudah melakukan monitoring. Kita siap apabila diaudit,” tegasnya.
Harmoko berharap proyek revitalisasi dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di SMAN 1 Randublatung.






