Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎ Bus Sekolah Gratis Blora Resmi Diluncurkan, Layani Koridor Blora–Kunduran

Berita

Kembangkan Wisata Desa, Pemdes Criwik Bangun Tugu Durian sebagai Ikon Lokal

badge-check


					Kembangkan Wisata Desa, Pemdes Criwik Bangun Tugu Durian sebagai Ikon Lokal Perbesar

Klikjateng, Rembang – Pemerintah Desa Criwik, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang mulai merintis pengembangan destinasi wisata desa dengan membangun tugu durian sebagai ikon potensi lokal. Tugu tersebut berdiri di kawasan perbukitan dan dilengkapi ornamen bernuansa joglo, yang menjadi penanda khas Desa Criwik sebagai penghasil durian lokal.

Kepala Desa Criwik, Sampurno, mengungkapkan bahwa durian Criwik telah lama dikenal masyarakat, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga luar daerah. Bahkan, durian Criwik kerap disebut sebagai salah satu ciri khas Kabupaten Rembang.

“Selain buahnya yang istimewa, untuk meningkatkan mutu desa sekaligus memberikan kenang-kenangan bagi pengunjung, kami membangun tugu durian sebagai ikon desa,” ujarnya. Kamis (8/1/2026).

Pembangunan tugu durian tersebut menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp75 juta. Meski anggarannya masih terbatas, keberadaan tugu ini diharapkan mampu memperkuat identitas desa sekaligus menjadi daya tarik awal dalam pengembangan wisata desa.

Menurut Sampurno, pembangunan ikon desa ini merupakan hasil usulan masyarakat dan lembaga desa. Lokasinya berada di tanah milik negara (GG) yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum, khususnya sebagai kawasan pengembangan destinasi wisata.

“Ke depan, pengunjung atau pecinta durian bisa mengabadikan momen di spot ini. Kami ingin menjadikannya sebagai tempat yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Selain pembangunan tugu durian, pemerintah desa juga telah menambahkan ornamen pendukung berupa bangunan joglo. Ke depan, Pemdes Criwik merencanakan pengembangan fasilitas lain, seperti gazebo, wahana flying fox, hingga kolam renang, apabila tersedia alokasi anggaran pada tahun-tahun mendatang.

“Rencana pengembangan sudah ada, namun untuk saat ini masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Harapannya nanti lokasi ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus wahana bermain bagi anak-anak,” pungkasnya.

Pemerintah Desa Criwik berharap, langkah awal pembangunan ikon desa ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya sektor wisata desa, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita