Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Kecamatan Blora Sosialisasikan TTE dan Aplikasi Srikandi untuk Perangkat Desa

badge-check


					Kecamatan Blora Sosialisasikan TTE dan Aplikasi Srikandi untuk Perangkat Desa Perbesar

‎Klikjateng, Blora – Pemerintah Kecamatan Blora menggelar sosialisasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan aplikasi Srikandi di Pendopo Kecamatan Blora, Selasa (10/3/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala desa, sekretaris desa, serta operator desa se-Kecamatan Blora.

‎Camat Blora, Hadi Praseno, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada perangkat desa terkait penggunaan TTE dan aplikasi Srikandi dalam pengelolaan administrasi pemerintahan berbasis digital.

‎“Intinya memudahkan terkait dengan kearsipan, baik itu disposisi maupun tanda tangan elektronik,” ujar Hadi Praseno di sela kegiatan.

‎Ia menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang tiga unsur dari setiap desa, yakni kepala desa, sekretaris desa, dan operator desa agar penerapan sistem digital tersebut dapat berjalan maksimal di tingkat desa.

‎“Kenapa harus tiga ini? Karena kalau hanya kepala desa saja nanti pekerjaannya banyak. Sehingga bisa didelegasikan kepada sekretaris desa, dan yang paling penting operatornya. Jadi kita undang semua supaya sama-sama paham terkait sosialisasi TTE ini,” jelasnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, materi sosialisasi disampaikan oleh Bidang Kearsipan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, salah satunya oleh Kepala Bidang Kearsipan, Gartini.

‎Hadi menambahkan, digitalisasi administrasi pemerintahan saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja aparatur.

‎“Sekarang pemerintah gencar sekali terkait aplikasi dan data. Di satu sisi ini memudahkan kita dalam bekerja, lebih efektif dan efisien. Tapi di sisi lain transformasi digital ini juga butuh proses dan waktu,” ungkapnya.

‎Menurutnya, tantangan dalam penerapan sistem digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta kondisi jaringan internet di wilayah desa.

‎“Teknologi ini tidak lepas dari sinyal dan kemampuan SDM. Karena itu kita harus terus mendorong aparatur pemerintah untuk belajar dan tidak berhenti meningkatkan literasi digital,” tambahnya.

‎Ia berharap para kepala desa, sekretaris desa, serta operator yang mengikuti sosialisasi tersebut dapat segera memahami dan menerapkan aplikasi Srikandi serta penggunaan TTE dalam pelayanan administrasi di desa maupun kelurahan.

‎“Harapan kami teman-teman kades, sekdes, dan operator bisa mudah menyerap materi ini sehingga aplikasi tersebut bisa segera diterapkan di desa atau kelurahan masing-masing,” katanya.

‎Hadi juga menilai keberadaan teknologi digital sangat membantu pekerjaan administrasi pemerintahan karena dapat diakses melalui berbagai perangkat.

‎“Sekarang bisa lewat HP, bisa lewat laptop, jadi tidak harus manual. Walaupun tanda tangan manual masih diperlukan kalau ada kendala sinyal,” pungkasnya.

‎Melalui sosialisasi tersebut diharapkan penerapan TTE dan aplikasi Srikandi dapat meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan sehingga menjadi lebih mudah, cepat, dan optimal bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita