Klikjateng, Blora – Kebakaran hebat terjadi di sebuah kandang ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Selasa (8/9/2026) malam. Kebakaran tersebut mengakibatkan sekitar 30.000 ekor ayam serta sejumlah peralatan peternakan ludes terbakar.
Kandang ayam tersebut diketahui milik Djarjono (72), warga Dukuh Ngronggah, RT 002/RW 001, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 19.00 WIB. Api pertama kali diketahui oleh salah seorang saksi yang saat itu berada di gudang penyimpanan pakan ayam.
”Saksi mendengar suara ledakan dari bagian kandang II sebelah selatan. Setelah dilakukan pengecekan, terlihat letupan seperti benda terbakar di bagian tengah kandang,” kata Agung berdasarkan laporan kejadian.
Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan. Dua saksi lainnya datang dan berupaya memadamkan api. Namun, kobaran api yang semakin besar membuat upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya tidak berhasil.
Salah satu saksi kemudian berlari meminta bantuan kepada warga. Tak lama berselang, warga berdatangan dan bersama-sama berusaha memadamkan api.
Informasi kebakaran selanjutnya diteruskan kepada pelapor yang kemudian menghubungi Polsek Kunduran serta BPBD/Damkar Blora.
Mendapat laporan tersebut, tim TRC BPBD Blora bersama Damkar Satpol PP Blora langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan suplai air. Proses pemadaman berlangsung dengan lancar dan aman.
Sementara itu, anggota Polsek Kunduran bersama perangkat Desa Sempu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Berdasarkan keterangan awal, api diduga pertama kali muncul dari kandang II bagian selatan. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada dinamo blower.
Akibat kebakaran tersebut, dua bangunan kandang ayam mengalami kerusakan. Kandang pertama berukuran panjang 54 meter dan lebar 12 meter, sedangkan kandang kedua berukuran panjang 38 meter dan lebar 12 meter.
Selain bangunan kandang, sekitar 30.000 ekor ayam yang masih berusia sekitar satu minggu turut terbakar. Sejumlah peralatan peternakan juga ikut ludes, di antaranya 20 blower, empat mesin diesel, satu kulkas, sekitar 600 tempat pakan ayam, 100 karung pakan ayam, dua pemanas, satu springbed, satu unit televisi, enam kamera CCTV, satu jet pump, 15 unit Sanyo, tiga toren dan satu genset.
Total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai kurang lebih Rp1,8 miliar.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.
Proses penanganan di lokasi melibatkan tim gabungan, di antaranya TRC BPBD Blora, Damkar Satpol PP Blora, Damkar Satpol PP Pos Ngawen, personel Batalyon TP 453, Polsek Kunduran, Koramil Kunduran, Kasi Trantib Kecamatan Kunduran, Tagana, PMI, Kamboja Rescue serta warga sekitar.
Petugas BPBD juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan dan tindak lanjut pascakebakaran.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih berdasarkan dugaan awal korsleting listrik pada dinamo blower. Kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut.






