Menu

Mode Gelap
136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Diduga Keracunan Menu MBG, Satgas Usulkan SPPG Sukorejo 2 Ditutup Bupati Blora Minta OPD Tak Cuma Habiskan Anggaran, Tapi Kejar Pendapatan Pemotor 18 Tahun Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Jalan Blora-Rembang Sri Setyorini Resmi Pimpin Kwarcab Pramuka Blora 2026–2031 ‎ Pesawat Aerosport Sky Ranger Jatuh dan Terbakar di Persawahan Blora, Dua Awak Selamat ‎ Kontingen Rembang Raih Medali Perunggu Popda Jateng 2026 dari Cabor Atletik

Berita

136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Diduga Keracunan Menu MBG, Satgas Usulkan SPPG Sukorejo 2 Ditutup

badge-check


					136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Diduga Keracunan Menu MBG, Satgas Usulkan SPPG Sukorejo 2 Ditutup Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Senin (7/9/2026).

‎Para siswa mengalami sejumlah gejala, mulai dari lemas, diare, muntah, mual, pusing hingga sakit dan mulas pada bagian perut.

‎Peristiwa tersebut diketahui pada Selasa (8/9/2026). Pihak sekolah kemudian menginformasikan kepada para siswa yang mengalami keluhan pada pencernaan untuk segera berkumpul di aula sekolah.

‎Jumlah siswa yang berkumpul di aula cukup banyak dan berasal dari kelas 10, 11, hingga kelas 12.

‎Menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada Senin (7/9/2026) tersebut terdiri dari nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, serta rebusan brokoli dan jagung manis. Makanan tersebut didistribusikan oleh SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2.

‎Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Blora untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

‎Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Sri Setyorini, mengatakan para siswa mengalami sejumlah gejala setelah mengonsumsi makanan tersebut.

‎“Perutnya tadi setelah saya tanya mules-mules, pusing,” ujar Sri Setyorini saat ditemui di lokasi, Selasa (8/9/2026).

‎Menurutnya, tidak seluruh siswa yang mengalami keluhan menjalani perawatan di sekolah. Beberapa di antaranya dibawa dan mendapatkan perawatan di klinik terdekat. Sementara sebagian siswa lainnya memilih tidak masuk sekolah karena mengalami sakit.

‎Sri Setyorini yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Blora mengungkapkan, SPPG Sukorejo 2 sebelumnya telah mendapatkan peringatan dari pihak terkait.

‎Ia menyebut kejadian serupa telah terjadi sebanyak dua kali dan peristiwa pada Selasa ini menjadi kejadian ketiga.

‎“Sudah kejadian dua kali dan ini yang ketiga. Ya, kami mau enggak mau harus mengusulkan tutup,” tegasnya.

‎Meski demikian, penyebab pasti siswa mengalami gangguan kesehatan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.

‎Satgas MBG Kabupaten Blora selanjutnya melakukan penanganan dan evaluasi terhadap distribusi makanan dari SPPG Sukorejo 2, termasuk menelusuri menu yang dikonsumsi para siswa sebelum munculnya gejala.

‎Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita