Klikjateng, Blora – Pesawat aerosport jenis fixed-wing Sky Ranger mengalami pendaratan darurat di area persawahan Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.
Pesawat tersebut mengalami kendala mesin saat melintas di wilayah udara Kabupaten Blora. Dua awak pesawat, yakni pilot Dhoni Vasmin A (39) dan kopilot Ignatius Andreas (31), berhasil menyelamatkan diri sebelum pesawat terbakar.
Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana mengatakan kedua awak pesawat selamat dalam insiden tersebut. Keduanya mengalami luka ringan dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Ngawen.
”Alhamdulillah saat melaksanakan pendaratan darurat tersebut, untuk kopilot dan pilot itu berhasil selamat dan saat ini sudah dilakukan perawatan di Puskesmas Kecamatan Ngawen,” kata Inggal saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu.
Menurutnya, pesawat tersebut sebelumnya berangkat dari Pangandaran, Jawa Barat, setelah mengikuti kegiatan aerosport dengan tujuan Malang, Jawa Timur.
Dalam perjalanan, pesawat sempat transit di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, untuk mengisi bahan bakar sekaligus melakukan pengecekan mesin.
Setelah kembali mengudara menuju Malang, pesawat mengalami kendala mesin ketika memasuki wilayah Kabupaten Blora. Pilot kemudian berupaya melakukan pendaratan darurat di area persawahan Desa Sarimulyo.
Namun, setelah melakukan pendaratan darurat, pesawat mengalami kecelakaan dan terbakar.
Inggal menegaskan bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat aerosport dan bukan pesawat militer.
”Penerbangan dilakukan dalam rangka latihan dan pengecekan kondisi armada menjelang kegiatan pertunjukan udara atau air show,” ujarnya.
Pesawat aerosport tersebut diketahui berada di bawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Pilot dan kopilot juga merupakan anggota FASI.
Sementara itu, Perawat Jaga Puskesmas Ngawen Candra mengatakan kedua awak pesawat tiba di Puskesmas Ngawen sekitar pukul 13.35 WIB setelah pihaknya menerima laporan dari warga Desa Sarimulyo.
Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi menggunakan mobil pemadam kebakaran dan ambulans.
”Kondisi kedua pasien membaik. Tidak ada luka serius dan kondisinya aman. Hanya kelingking tangan sebelah kanan mengalami luka lecet ringan,” kata Candra.
Kedua awak pesawat menjalani perawatan di Puskesmas Ngawen selama kurang lebih tiga jam. Selanjutnya, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sekitar pukul 16.45 WIB menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Akibat kecelakaan tersebut, pesawat mengalami kerusakan berat. Badan pesawat dalam kondisi ringsek dan hangus sehingga sebagian besar hanya menyisakan puing-puing di lokasi kejadian.
Polres Blora telah mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi. Lokasi tersebut untuk sementara ditetapkan sebagai status quo guna mendukung proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
”Kami sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang berkompeten,” kata Inggal.






