Menu

Mode Gelap
Hari Koperasi ke-79, Pemkab Rembang Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Innova Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jepon Blora, Tiga Orang Terluka Termasuk Balita ‎ Pindah Tugas ke Polda Jatim, AKBP Wawan Andi Susanto: Blora Akan Selalu Saya Kenang Tabrakan Beruntun Bus, Pajero, dan Truk Tandum Terjadi di Jiken Blora, Tidak Ada Korban Jiwa ‎ Antisipasi Banjir, Bupati Kudus Pimpin Karya Bakti Bersihkan Drainase Jalur Lingkar ‎ Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu Naik 15,9 Persen, Poli Jantung hingga Saraf Paling Meningkat

Berita

Hari Koperasi ke-79, Pemkab Rembang Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

badge-check


					Hari Koperasi ke-79, Pemkab Rembang Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Perbesar

Klikjateng Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mampu memperkuat perekonomian desa. Selain memperpendek rantai distribusi barang, koperasi juga diharapkan memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemasaran produk lokal, dan menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat.

‎Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, saat membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Rembang, Senin (13/7/2026).

‎Dalam sambutan Menteri Koperasi RI, disebutkan bahwa saat ini telah terbentuk lebih dari 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.061 koperasi telah mulai beroperasi sebagai langkah awal memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.

‎”KDKMP diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, hingga menghadirkan pelayanan ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Fahrudin.

‎Menurutnya, keberadaan KDKMP menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun kemandirian ekonomi desa. Melalui koperasi, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam mengakses permodalan, memasarkan hasil produksi, serta mendapatkan berbagai layanan ekonomi yang lebih inklusif.

‎Pemerintah juga terus mendorong lahirnya koperasi sektor produksi yang mampu menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat. Berbagai koperasi kini telah mengelola usaha produktif, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

‎Selain itu, koperasi didorong menjadi pelaku utama hilirisasi komoditas, termasuk kelapa sawit. Tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, koperasi diharapkan mampu mengembangkan industri pengolahan sehingga menghasilkan produk bernilai tambah yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani.

‎”Koperasi juga didorong menjadi pelaku utama hilirisasi kelapa sawit yang tidak lagi hanya menjual tandan buah segar, tetapi juga mengembangkan pengolahan minyak sawit dan produk turunannya yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” lanjutnya.

‎Dalam sambutan tersebut juga disampaikan apresiasi terhadap tumbuhnya koperasi yang digerakkan generasi muda di sektor ekonomi kreatif dan digital. Koperasi berbasis gim, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, hingga startup dinilai menjadi wajah baru koperasi Indonesia yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

‎Pemerintah menegaskan bahwa koperasi masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, serta berbagai platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

‎”Sudah saatnya kita meninggalkan stigma lama yang menganggap koperasi sebagai organisasi yang lambat dan kuno. Koperasi masa kini adalah koperasi digital yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan pelayanan kepada anggota,” katanya.

‎Sementara itu, Fahrudin menambahkan perkembangan koperasi di Kabupaten Rembang selama ini menunjukkan tren yang positif. Ia berharap kehadiran KDKMP mampu memperkuat sinergi antarkoperasi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.

‎”Perkembangan koperasi di Kabupaten Rembang cukup baik. Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, kami berharap dapat terjalin kerja sama antarkoperasi yang dimotori oleh KDKMP yang telah dipersiapkan pemerintah,” ujarnya.

‎Melalui penguatan KDKMP, pemerintah berharap koperasi semakin berperan sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita