Menu

Mode Gelap
Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta Blora Tawarkan Potensi Beras dan Sapi ke ID FOOD, Bidik Pasar Premium hingga Ekspor AHY Minta Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu, Blora Siap Perluas Program‎ Porsadin VIII Blora Digelar, Bupati Arief Dorong Santri Berprestasi hingga Tingkat Nasional BGN Temukan Banyak SOP Dilanggar di SPPG Sukorejo 2 Blora, Kepala Dapur Dicopot

Berita

Dugaan Keracunan Siswa SMAN 1 Tunjungan, Bupati Blora Jenguk 9 Pelajar dan Tutup Sementara SPPG

badge-check


					Dugaan Keracunan Siswa SMAN 1 Tunjungan, Bupati Blora Jenguk 9 Pelajar dan Tutup Sementara SPPG Perbesar

Klikjateng, Blora – Dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SMA Negeri 1 Tunjungan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman turun langsung menjenguk para pelajar yang masih menjalani perawatan medis.

‎Bupati Arief mengunjungi sembilan siswa yang dirawat di dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD dr. R. Soetijono Blora dan Klinik Citra Mulia Tunjungan, Kamis (10/9/2026).

‎Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora dan Ketua BAZNAS Blora.

‎Arief mengatakan, dari sembilan siswa yang dikunjungi, sekitar tujuh pelajar masih menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetijono Blora. Sementara dua siswa lainnya dirawat di Klinik Citra Mulia Tunjungan.

‎”Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan. Sementara itu, terdapat dua siswa yang dirawat di Klinik Citra Mulia. Jadi, total ada sembilan siswa yang kami kunjungi,” ungkap Arief.

‎Bupati menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Pemkab Blora juga langsung melakukan langkah penanganan dengan mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

‎Sampel makanan kemudian dikirim ke laboratorium di Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‎”Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut. Besok, rencananya tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga akan turun langsung ke Blora,” jelasnya.

‎Operasional SPPG Dihentikan Sementara

‎Sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lebih lanjut, Pemkab Blora mengambil langkah penghentian sementara operasional SPPG yang berkaitan dengan penyediaan makanan tersebut.

‎Arief mengatakan rekomendasi penghentian operasional telah disampaikan dan penutupan sementara dilakukan sejak Rabu (9/9/2026).

‎”Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup. Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin,” tegasnya.

‎Menurut Bupati, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara program gizi di Kabupaten Blora.

‎Ia meminta seluruh SPPG meningkatkan pengawasan terhadap kualitas bahan makanan, proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

‎”Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi SPPG lainnya agar selalu menjaga kualitas, mutu, dan keamanan pangan secara ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pesannya.

‎Bupati juga berharap para siswa yang masih menjalani perawatan segera pulih dan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

‎”Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita