Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Dinsos Blora Dirikan Dapur Umum dan Kawal Distribusi Bantuan Banjir

badge-check


					Dinsos Blora Dirikan Dapur Umum dan Kawal Distribusi Bantuan Banjir Perbesar

Klikjateng, Blora – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora turut bergerak cepat dalam masa tanggap darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak 19 Mei 2025 lalu. Langkah-langkah penanganan darurat seperti pendirian dapur umum, pendistribusian logistik, hingga pendataan korban terus dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen.

Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak di empat kecamatan utama. “Kemarin kita turun ke lapangan di Kecamatan Kradenan, Kedungtuban, Cepu, dan Blora. Hari ini, Jumat (23/05/2025), tim kami lanjut ke Randublatung, Menden, dan Jepon,” jelas Luluk.

Distribusi Bantuan Logistik Bersama BPBD

Terkait pendistribusian bantuan logistik, Luluk menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan secara ketat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. “Distribusi bantuan logistik kita serahkan ke BPBD untuk pembagian berdasarkan tinjauan dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh mereka. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan merata,” ujarnya.

Dapur Umum Layani Ribuan Warga

Salah satu langkah konkret Dinsos adalah pendirian dapur umum di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, yang merupakan salah satu wilayah terparah terdampak banjir. Dapur umum tersebut mampu melayani hingga 1.200 porsi makanan setiap harinya.

“Pendirian dapur umum ini sesuai arahan dari BPBD. Kami libatkan Tagana, TKSK, relawan, masyarakat desa, serta unsur TNI dan Polri dalam pengelolaannya,” kata Luluk.

Untuk menjamin keberlangsungan operasional dapur umum, Dinsos memanfaatkan anggaran dari APBD Kabupaten Blora dan Kemensos. Jika terjadi kekurangan, pihaknya akan berkoordinasi untuk mendapatkan dukungan tambahan. “Bila stok menipis, bantuan akan datang dari Sentra Margo Laras dan juga dapur umum dari kabupaten terdekat,” tambahnya.

Kolaborasi dan Sinergi

Luluk menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu kolaborasi semua pihak. “Kami apresiasi atas partisipasi semua pihak yang telah ikut membantu. Baik relawan, warga, maupun aparat yang turut meringankan beban warga terdampak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita