Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Dinas Pendidikan Blora Siapkan Pembentukan Unit Layanan Disabilitas untuk Dukung Pendidikan Inklusif

badge-check


					Dinas Pendidikan Blora Siapkan Pembentukan Unit Layanan Disabilitas untuk Dukung Pendidikan Inklusif Perbesar

Klikjateng, Blora – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora terus berupaya mengembangkan pendidikan inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (14/10/2024), menyampaikan bahwa salah satu program utama yang sedang direncanakan adalah pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD). ULD ini diharapkan dapat memberikan dukungan khusus kepada anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh Blora.

“Pendidikan inklusif ini sedang kami bangun dengan merencanakan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang nantinya akan berfungsi untuk membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dalam ULD, akan ada psikolog dan guru-guru yang kompeten, termasuk guru dari sekolah luar biasa, untuk menangani anak-anak ini sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka,” ujar Sunaryo.

Peran ULD dalam Pendidikan Inklusif

Sunaryo menjelaskan bahwa ULD akan menjadi pusat layanan yang memfasilitasi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus, terutama dengan bantuan psikolog dan tenaga pendidik terlatih. “Anak-anak dengan berbagai persoalan dan kebutuhan khusus akan mendapatkan pendampingan langsung dari para ahli, baik psikolog maupun guru-guru yang berpengalaman di bidang pendidikan inklusif,” tambahnya.

Meski demikian, Sunaryo mengakui bahwa proses pembentukan ULD ini masih dalam tahap awal. “ULD belum terbentuk, tapi kami sudah mulai membangun ruang rehabilitasi di gedung sebelah dan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Ke depannya, kami akan bekerja sama dengan psikolog yang ada untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan yang ada,” jelasnya.

Komitmen Dinas Pendidikan Blora

Sunaryo menegaskan bahwa komitmen Dinas Pendidikan Blora dalam menyediakan pendidikan inklusif terus diperkuat dengan program-program yang dirancang untuk memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus. Pembentukan ULD adalah langkah nyata untuk mewujudkan pendidikan inklusif yang lebih baik dan merata di Kabupaten Blora.

Dengan hadirnya ULD, diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus di Blora dapat memperoleh pendidikan yang layak, serta mendapatkan pendampingan khusus yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga mereka dapat berkembang dengan optimal di lingkungan pendidikan yang inklusif.

 

(Angga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita