Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Dinas Kesehatan Blora Dukung Program Speling Gubernur Jateng, Puluhan Desa Jadi Sasaran Layanan Dokter Spesialis

badge-check


					Dinas Kesehatan Blora Dukung Program Speling Gubernur Jateng, Puluhan Desa Jadi Sasaran Layanan Dokter Spesialis Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendukung penuh program Speling (Spesialis Keliling) yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat, menjelaskan bahwa dalam program ini setiap desa akan mendapatkan layanan minimal tiga dokter spesialis, yakni spesialis anak, kandungan (obstetri), dan jiwa. Program ini dilaksanakan mulai Mei hingga Desember 2025 secara terjadwal di 41 desa di Kabupaten Blora.

“Blora dapat jatah 41 desa. Kegiatan ini berjalan sejak Mei dan sudah dilaksanakan di berbagai wilayah, dari Bogorejo sampai Banjarejo. Pelaksanaannya bekerja sama dengan seluruh rumah sakit negeri maupun swasta, puskesmas, dan pihak desa. Dari provinsi, rumah sakit Moewardi Solo menjadi pendamping,” ungkap Edi Widayat. Senin (1/9/2025).

Dalam teknisnya, setiap posko penanganan ditangani bergantian oleh rumah sakit yang ada di Blora. Misalnya, di Bogorejo ditangani oleh RSUD Blora, sedangkan di Kunduran oleh RS PKU Muhammadiyah. Pihak desa bersama puskesmas bertanggung jawab menyediakan tempat, konsumsi, serta pengerahan masyarakat.

Antusiasme warga terhadap program ini disebut cukup tinggi. “Di lapangan, rata-rata warga yang hadir untuk diperiksa bisa mencapai lebih dari 150 orang,” jelasnya.

Ia menegaskan, program Speling memberikan manfaat besar karena masyarakat dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis. “Contohnya ibu hamil, bisa diperiksa oleh spesialis kandungan. Jika ditemukan kasus yang tidak bisa ditangani di tempat, tetap akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap,” tambahnya.

Selain mendukung Speling, Dinas Kesehatan Blora juga terus meningkatkan pelayanan kesehatan secara merata. Edi menyebut, saat ini terdapat 26 puskesmas yang buka 24 jam.

“Tahun ini kita juga membangun tiga pos kesehatan terpadu (Postu) baru di wilayah Pandaan, Klokah, dan Randublatung. Saat ini Blora memiliki 53 puskesmas pembantu, dan tahun ini akan ada tambahan tiga lagi,” terang Edi.

Dengan langkah ini, Edi berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan akses layanan kesehatan, baik dasar maupun lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita