Klikjateng Kudus – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris secara resmi melepas peserta Program Pertukaran Murid dan Guru Tahun 2026 Kabupaten Kudus di SMP Negeri 2 Jati, Senin (20/7/2026). Program yang akan berlangsung pada 27 Juli hingga 8 Agustus 2026 itu diikuti 290 murid SD dan SMP serta 62 guru dari sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Kudus.
Program yang menjadi gagasan Bupati Kudus tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan pengalaman belajar, pemerataan mutu pendidikan, serta berbagi praktik baik antarsekolah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, program kali ini juga melibatkan para guru agar inovasi pembelajaran dapat saling dibagikan dan diterapkan di sekolah masing-masing.
Bupati Sam’ani Intakoris mengatakan, program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif.
”Kita ingin melihat ekosistem pendidikan secara menyeluruh, sehingga kesenjangan antara sekolah yang selama ini dianggap favorit dengan sekolah lainnya semakin berkurang. Semua sekolah harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, para murid akan memperoleh pengalaman belajar di lingkungan sekolah yang baru sehingga mampu beradaptasi dengan teman dan suasana yang berbeda. Sementara itu, para guru dapat saling bertukar metode pembelajaran dan berbagi praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.
”Anak-anak akan mendapatkan pengalaman baru, belajar beradaptasi dengan teman dan lingkungan yang berbeda. Sementara guru bisa saling berbagi metode mengajar sehingga kualitas pembelajaran di Kabupaten Kudus terus meningkat,” jelasnya.
Sam’ani menambahkan, pelaksanaan program akan dievaluasi secara menyeluruh sebagai bahan penyempurnaan pada periode berikutnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut.
”Terima kasih kepada Bank Jateng atas dukungannya, Disdikpora Kabupaten Kudus, para kepala sekolah, guru, murid, orang tua, dan semua pihak yang telah berkolaborasi. Semoga program ini memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.
Salah satu peserta, Nabila Khoirul Iftitah, siswi kelas V SD 1 Mlati Lor yang akan mengikuti pertukaran ke SD 1 Wergu Wetan, mengaku antusias mengikuti program tersebut.
”Saya senang bisa ikut program ini. Memang sedikit deg-degan karena akan belajar di sekolah baru, tetapi saya juga ingin mendapatkan teman baru dan pengalaman baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Dina Wahdaturrahmah, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Undaan yang akan bertukar mengajar ke SMP Negeri 1 Jati, mengaku telah menyiapkan berbagai materi dan perangkat asesmen pembelajaran untuk diterapkan di sekolah tujuan.
Selain berbagi metode mengajar, ia juga akan memperkenalkan praktik baik mengenai program anti-bullying yang selama ini diterapkan di SMP Negeri 1 Undaan.
”Saya sudah menyiapkan perangkat asesmen pembelajaran. Selain itu, saya juga ingin berbagi praktik baik mengenai anti bullying yang selama ini diterapkan di SMP Negeri 1 Undaan, sehingga dapat menjadi inspirasi di sekolah tujuan,” tuturnya.






