Klikjateng Blora – Pembangunan Masjid Al-Hikmah di SMA Negeri 1 Randublatung, Kabupaten Blora, menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong antara alumni, guru, komite sekolah, orang tua siswa, hingga masyarakat sekitar. Masjid yang kini menjadi pusat kegiatan ibadah warga sekolah tersebut dibangun secara swakelola tanpa melibatkan kontraktor.
Guru Olahraga SMAN 1 Randublatung sekaligus Ketua Panitia pembangunan tahap kedua, Gunawan, menjelaskan bahwa sumber pendanaan pembangunan masjid tidak sepenuhnya berasal dari alumni. Namun, ia menegaskan sebagian besar dana memang berasal dari para alumni.
”Untuk pembangunan Masjid Al-Hikmah ini tidak semuanya dari alumni, tetapi sebagian besar memang berasal dari alumni. Selain itu juga ada kontribusi dari bapak dan ibu guru, infak rutin setiap hari Jumat, serta partisipasi masyarakat yang sifatnya tidak mengikat,” ujar Gunawan, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan tahap pertama direncanakan menghabiskan anggaran sekitar Rp1,15 miliar. Berkat efisiensi dan semangat gotong royong, pembangunan dapat dilakukan dengan melibatkan guru, siswa, orang tua, hingga masyarakat dalam kegiatan sambatan atau kerja bakti.
Sementara itu, pembangunan tahap kedua berupa serambi masjid menghabiskan anggaran sekitar Rp450 juta. Pendanaannya juga berasal dari alumni, guru, serta sumbangan sukarela masyarakat. Pada tahap ini, panitia juga memperoleh bantuan awal sebesar Rp25 juta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Menurut Gunawan, gagasan pembangunan masjid bermula dari reuni alumni angkatan pertama dan kedua yang melihat musala lama sudah tidak mampu menampung seluruh siswa untuk pelaksanaan salat Jumat.
”Karena musala yang lama terlalu kecil, akhirnya muncul inisiatif dari alumni. Mereka kemudian berembuk dengan pihak sekolah dan komite sekolah. Kebetulan Ketua Komite saat itu juga merupakan alumni angkatan pertama,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu alumni yang menjadi donatur utama adalah Rakimin, seorang pengusaha bibit jagung di Kediri dengan merek RK. Selain memberikan dukungan pendanaan, banyak alumni yang memiliki latar belakang teknik juga terlibat dalam penyusunan desain, perencanaan konstruksi, hingga perhitungan kebutuhan material bangunan.
Panitia pembangunan juga dibentuk melalui kolaborasi antara sekolah, alumni, dan komite sekolah. Tahap pertama dipimpin oleh almarhum Ari Riwayanto, alumni angkatan 1993, sedangkan tahap kedua diketuai oleh Gunawan.

Dalam proses pembangunan, masyarakat sekitar ikut terlibat aktif. Bahkan, Gunawan mengajak berbagai perguruan silat di sekitar sekolah untuk bersama-sama mengikuti kerja bakti saat pengecoran bangunan.
”Semuanya menggunakan atribut perguruan masing-masing. Alhamdulillah, kegiatan itu justru menjadi ajang mempererat persaudaraan dan menciptakan suasana yang positif,” katanya.

Gunawan menegaskan seluruh proses pembangunan dilakukan secara swakelola murni tanpa menggunakan jasa kontraktor. Banyak alumni yang memberikan bantuan dalam bentuk material bangunan, seperti semen, pasir, keramik, hingga kebutuhan lainnya.
”Alumni yang menjadi pengusaha maupun ASN banyak yang langsung menyumbang material sesuai kebutuhan. Ada yang menyumbang semen, pasir, keramik, dan sebagainya,” ungkapnya.
Terkait transparansi penggunaan dana, Gunawan mengatakan laporan keuangan selalu disampaikan secara bertahap kepada alumni dan komite sekolah melalui rapat-rapat yang rutin dilaksanakan.
Menurutnya, keberadaan Masjid Al-Hikmah menjadi kebutuhan mendesak bagi sekolah, terutama untuk menunjang pelaksanaan salat Jumat serta salat berjamaah setelah diterapkannya sistem lima hari sekolah.

”Alhamdulillah sekarang siswa tidak perlu lagi keluar sekolah untuk melaksanakan salat Jumat. Masjid ini diharapkan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh warga sekolah maupun alumni yang telah berpartisipasi dalam pembangunannya,” pungkas Gunawan.






