Menu ✖

Mode Gelap
Raih Nilai 93,44, Kudus Peringkat Kelima MCSP Tertinggi se-Jateng, Bupati Sam’ani Perkuat Pencegahan Korupsi Aktivasi IKD di Rembang Baru 2,85 Persen, Hanies Minta Kecamatan Genjot Layanan Digital Pemkab Blora Salurkan Bantuan Rp143,6 Juta untuk 59 Korban Angin Kencang di Nglandeyan dan Cepu Panen di Tengah Kemarau, Bupati Blora Dorong Pertanian Organik dan Teknologi Pembenah Tanah Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak

Berita

Tanah Bergerak di Dukuh Guyangan Gegerkan Warga, Puluhan Bangunan Rusak Parah

badge-check


					Tanah Bergerak di Dukuh Guyangan Gegerkan Warga, Puluhan Bangunan Rusak Parah Perbesar

Klikjateng, Pati – Pergerakan tanah yang terjadi di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati Kota, menggegerkan warga setempat. Fenomena ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, dengan tiga rumah di antaranya hampir roboh.

“Ya, benar kejadian tanah bergerak ini terjadi sejak Jumat dan hingga hari ini (Minggu) kondisinya semakin parah,” ungkap Camat Pati Kota, Didik Rudirtono.

Lokasi pergerakan tanah berada di bantaran Sungai Silugonggo, tepatnya dari lampu merah menuju arah Jembatan Kali Sampang. Akibat kejadian ini, sebanyak 21 bangunan rumah dan toko mengalami kerusakan, dengan tiga rumah mengalami kerusakan parah hingga hampir roboh.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bangunan mengalami keretakan pada dinding dan lantai. Beberapa lantai rumah bahkan mengalami retakan yang cukup lebar, hingga mencapai kurang lebih 10 sentimeter. Tanah di sekitar lokasi juga terlihat retak dengan lebar bervariasi.

Pemerintah Desa Purworejo telah mengambil langkah-langkah darurat untuk menangani situasi ini, termasuk mengevakuasi korban yang terdampak. Selain itu, rapat koordinasi penanggulangan bencana juga telah dilakukan bersama berbagai pihak, seperti BBWS Pemali Juana, tim pelaksana dan pengawas bendung karet, TNI, Polri, camat, dan keluarga korban terdampak bencana.

“Hasil rapat koordinasi menunjukkan bahwa penyebab pergerakan tanah ini adalah penurunan tanah akibat dampak kekeringan, yang mengakibatkan debit air menurun 1,5 meter dari titik normal ketika kondisi air laut stabil,” jelas Didik.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah darurat yang diambil adalah meminta penggelontoran air secepatnya dari bendung Wilalung atau Kedungombo. Pemerintah juga mengimbau pemilik rumah dan kios untuk segera mengosongkan bangunan dan tidak tinggal di sana, guna mencegah terjadinya korban jiwa.

Pergerakan tanah ini terus diawasi secara ketat oleh pihak terkait, sementara warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

(Ag/TM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita