Menu ✖

Mode Gelap
Polres Blora Identifikasi Pria Diduga Edarkan Uang Palsu ke Pedagang Hadapi Kekeringan, DPRD Blora Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Ngawen dan Banjarejo Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi ‎ Mardi Ditunjuk Jadi Plt Sekda Rembang, Pemkab Siapkan Pengisian Sekda Definitif Sidak Proyek Sekolah Rakyat Blora, Komisi C Cek Progres dan Legalitas Material Aktivis Lingkungan Jalan Kaki Mundur dari Gedong Songo ke Kantor Gubernur Jateng, Soroti Rencana Geothermal

Berita

Website BPPKAD Blora Diretas, Data Hilang dan Harus Diinput Ulang

badge-check


					Website BPPKAD Blora Diretas, Data Hilang dan Harus Diinput Ulang Perbesar

Klikjateng, Blora – Website Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora mengalami serangan hacker pada akhir Desember 2024. Peretasan ini mengakibatkan hilangnya sejumlah data penting serta mengganggu sistem pengelolaan keuangan daerah. Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora pun langsung berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menangani kasus ini.

Serangan Hacker dan Dampaknya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPKAD Blora, Bawa Dwi Raharja, membenarkan adanya peretasan yang berdampak cukup besar pada sistem kerja instansinya. Salah satu dampaknya adalah hilangnya data yang belum sempat dicadangkan.

“Iya betul mas, ada data yang hilang, yang belum sempat di-backup. Data yang hilang itu dari bulan November dan Desember, jadi permasalahannya ya kita harus input ulang secara manual. Teman-teman di BPPKAD pastinya kerepotan mengulang lagi. Untuk data Januari dan Februari aman,” ujar Bawa saat ditemui di kantornya, Rabu (12/2/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa serangan ini mengganggu pelaporan keuangan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Semakin banyak kegiatan di OPD, semakin banyak juga yang harus diinput ulang. Ini terkait keuangan, seperti penganggaran dan pencairan,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah serangan ini terjadi karena lemahnya sistem keamanan Dinkominfo, Bawa tidak menampik hal tersebut.

“Mungkin iya, dan terkait sistem keamanan memang ada di Dinkominfo,” ujarnya singkat.

Langkah Penanganan oleh Dinkominfo

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora, Pratikto Nugroho, mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada akhir Desember 2024 dan sempat mengganggu sistem pengelolaan keuangan daerah.

“Betul, ada aplikasi di BPPKAD pada akhir bulan Desember yang diretas, mengganggu sistem pengelolaan keuangan daerah. Namun, sudah langsung ditindaklanjuti dan sekarang sudah normal kembali. Minggu lalu kami sudah menghadirkan tiga orang tim dari BSSN pusat untuk melakukan audit keamanan dan mengantisipasi kejadian berulang,” jelas Praktik saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Menurutnya, serangan pertama kali terdeteksi sekitar tanggal 23 Desember 2024. “Hari berikutnya langsung kami shutdown dan menggunakan alternatif lain,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai alternatif tersebut, ia hanya menyebut bahwa data telah dibackup di server berbeda.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Infomasi (TI) Ahmad Hudi Khoiri, menjelaskan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan dari BPPKAD sekitar tanggal 17–20 Desember 2024.

“Indikasi awal serangan terlihat dari munculnya tulisan tidak pantas dalam bentuk running text di halaman utama website dengan kalimat yang tidak pantas. Setelah kami bersihkan, hacker kembali menyerang dengan menghapus source code aplikasi, menyebabkan website tidak bisa diakses, pihak penyerang kami tidak dapat mengidentifikasi,” ungkap Hudil.

Lebih lanjut, Hudi memastikan bahwa peretasan ini tidak sampai membocorkan data pribadi atau informasi sensitif.

“Dampaknya hanya pada informasi terkait kegiatan BPPKAD beserta dokumentasi foto yang hilang. Tidak ada data pribadi atau informasi penting yang bocor karena website tersebut hanya berisi konten berita,” tambahnya.

Untuk menangani kasus ini, Dinkominfo langsung berkoordinasi dengan BSSN guna meminta bantuan investigasi lebih lanjut. Tim dari BSSN pun dikirim ke Blora untuk menindaklanjuti serangan tersebut.

“Saat ini, website BPPKAD hanya menampilkan halaman statis yang memberi informasi bahwa situs masih dalam perbaikan,” jelas Hudil.

Website Baru dalam Proses Pengembangan

Menanggapi peretasan ini, BPPKAD Blora memutuskan untuk membangun website baru dengan sistem yang lebih aman dan modern.

“Sejak pertengahan Desember kemarin, website BPPKAD terkena serangan hacker sehingga tidak bisa diakses. Sesuai informasi dari pihak BPPKAD, mereka akan mengganti website dengan yang baru, dan saat ini masih dalam proses pengembangan,” ujar Hudil.

Menurutnya, alasan utama penggantian website adalah karena sistem lama sudah usang dan tidak pernah diperbarui sejak dibuat pada tahun 2018.

“Website lama menggunakan framework WordPress dan tampaknya tidak pernah mendapatkan pembaruan keamanan hingga akhirnya diretas. Untuk progres pengembangan serta kapan website baru akan dirilis, BPPKAD yang lebih memahami detailnya,” jelasnya.

Dengan adanya sistem yang lebih aman, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan layanan informasi BPPKAD bisa segera kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita