Menu

Mode Gelap
Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi ‎ Mardi Ditunjuk Jadi Plt Sekda Rembang, Pemkab Siapkan Pengisian Sekda Definitif Sidak Proyek Sekolah Rakyat Blora, Komisi C Cek Progres dan Legalitas Material Pelajar 16 Tahun Hendak Belok, Motor Verza Tabrak dari Belakang di Jembatan Kajangan Blora PPPK Paruh Waktu Pemkab Demak Diminta Disiplin, Berintegritas dan Fokus Layani Masyarakat Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar

Berita

Sidak Proyek Sekolah Rakyat Blora, Komisi C Cek Progres dan Legalitas Material

badge-check


					Sidak Proyek Sekolah Rakyat Blora, Komisi C Cek Progres dan Legalitas Material Perbesar

Klikjateng, Blora — Komisi C DPRD Kabupaten Blora melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat Blora di wilayah Kecamatan Cepu, Rabu (23/9/2026).

‎Sidak tersebut dilakukan Ketua Komisi C DPRD Blora M. Mukhlisin bersama anggota Komisi C Saiful Arifin dan H. Suyono. Mereka didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek, Anex Fachrian.

‎Ketua Komisi C DPRD Blora Mukhlisin mengatakan, sidak dilakukan untuk mencocokkan progres pekerjaan di lapangan dengan rencana anggaran serta spesifikasi pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

‎Menurutnya, DPRD ingin memastikan proses pematangan lahan berjalan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), termasuk memastikan kualitas pekerjaan dan legalitas material yang digunakan.

‎“Adanya kita ke sini ingin mencocokkan progres dan kualitas sesuai RAB-nya, apakah ada penyimpangan atau tidak, termasuk ada ilegal atau tidak,” ujar Mukhlisin saat sidak, Rabu (23/9/2026).

‎Berdasarkan pemantauan sementara di lokasi, Mukhlisin menyebut kondisi pekerjaan masih berjalan dengan baik. Pihaknya juga belum menemukan adanya persoalan yang menjadi catatan DPRD.

‎Meski demikian, Komisi C tetap akan meminta laporan secara lengkap dari konsultan pengawas maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora sebagai bahan evaluasi.

‎“Untuk sementara ini kondisinya masih baik-baik saja. Nanti kita juga akan minta laporannya dari konsultan pengawas sama PU. Nanti kita rapat di kantor, kita meminta laporannya yang lengkap,” jelasnya.

‎Mukhlisin menyebut progres pekerjaan pematangan lahan hingga pekan ini telah mencapai sekitar 42 persen. Menurutnya, terdapat deviasi sekitar satu persen dari target, namun angka tersebut masih dianggap wajar selama pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai target kontrak.

‎“Walaupun progres sudah sesuai, meskipun ada deviasi satu persen masih wajar. Nanti kita tunggu sampai masa berlakunya kontrak harus selesai 100 persen. Termasuk kualitas harus dijaga,” katanya.

‎Ia juga menyoroti material yang digunakan dalam proses pematangan lahan. Menurut Mukhlisin, pada bagian tertentu seharusnya digunakan urugan tanah, namun di lapangan material yang digunakan berupa grosok.

‎“Seharusnya ini kan bawah harusnya urugan tanah, tetapi semua dikasih grosok, kan lebih bagus,” ujarnya.

‎Sementara itu, Direktur Utama CV Sejahtera Tehnik, Nandhif, selaku kontraktor pelaksana proyek, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kendala cuaca selama proses pekerjaan berlangsung.

‎“Untuk mengantisipasi cuaca kita pakai bahan kualitas bagus, sehingga hal buruk apa pun yang terjadi, misal hujan, kita tetap bisa bekerja,” kata Nandhif.

‎Ia menjelaskan, terkait potensi debit air saat hujan, di lokasi proyek telah tersedia jalur aliran air dan sistem drainase untuk mengantisipasinya.

‎“Untuk debit air waktu hujan, di sana sudah ada jalannya, ada drainasenya,” jelasnya.

‎Nandhif juga memastikan pihaknya masih memungkinkan melakukan penambahan armada apabila diperlukan untuk mengejar progres pekerjaan.

‎“Untuk menambah armada kita sangat bisa,” ujarnya.

‎Terkait material, Nandhif mengatakan pihaknya memperoleh dukungan material dari sejumlah lokasi. Di antaranya material dari wilayah Todanan dan tambahan dari Tahunan, Tuban.

‎“Materialnya kita sesuai dukungan dari punyanya Pak Jais di Todanan dan kita pakai penambahan dari Tahunan dari Tuban, dari Reksa, dan semuanya berizin. Ada izinnya dan bisa dilihat secara online juga,” katanya.

‎Sebagai informasi, proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora memiliki nilai anggaran sekitar Rp12,6 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Sejahtera Tehnik dan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.

‎Komisi C DPRD Blora selanjutnya akan meminta laporan lengkap dari pihak konsultan pengawas dan Dinas PUPR untuk memastikan progres, kualitas, penggunaan material, serta pelaksanaan pekerjaan tetap sesuai dengan ketentuan kontrak hingga proyek selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita