Menu

Mode Gelap
Polsek Todanan Ungkap Komplotan Curanmor Lintas Daerah, Dua Pelaku Diamankan ‎ Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Jepon Gelar Mural Competition Libatkan Pelajar SMP dan SMA Sekda Grobogan Tekankan Evaluasi dan Kolaborasi untuk Percepat Penurunan Stunting ‎ Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Festival E-Sport, Cosplay, Kuliner hingga Layanan Kesehatan Gratis Pemkab Rembang Percepat Pengalihan Jalur Angkutan Tambang di Kecamatan Sale ‎ Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Blora Bedah Tiga Rumah Warga Kurang Mampu

Berita

Lift Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Jatuh, 4 Pekerja Tewas dan 9 Luka-luka

badge-check


					Lift Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Jatuh, 4 Pekerja Tewas dan 9 Luka-luka Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek pengembangan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora, Kecamatan Jepon, pada Sabtu (8/2/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Lift yang digunakan untuk mengangkut barang dan pekerja tiba-tiba jatuh dari ketinggian 12 meter, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 9 lainnya luka-luka.

Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, mengungkapkan bahwa dari 13 korban, 3 orang meninggal di tempat, sementara 1 korban lainnya, Tri Wiji, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora pada pukul 14.15 WIB.

“Korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora. Kami turut berduka cita atas kejadian ini,” ujar AKP Gembong.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, mewakili Kapolres Blora, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi saat lift proyek sedang mengangkut pekerja ke lantai lima. Namun, saat mencapai ketinggian 12 meter, lift tersebut tiba-tiba jatuh ke lantai dasar.

“Kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk mandor proyek. Jika diperlukan, kami akan mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng untuk menyelidiki penyebab jatuhnya lift ini,” ujar AKP Selamet.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mendata para korban. Selain itu, AKP Gembong mengimbau masyarakat, terutama para pekerja proyek, untuk selalu mengutamakan standar keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi akan menelusuri apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita