Menu

Mode Gelap
Wabup Blora Dorong Petani Hutan Sosial Kembangkan Usaha, Siap Upayakan Bantuan CSR Pemkab Blora Gandeng UIN Sunan Kalijaga, Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Daerah Truk dan Pick up Terlibat Kecelakaan di Jalan Blora–Cepu, Tiga Orang Terlibat Insiden Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎

Berita

Lift Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Jatuh, 4 Pekerja Tewas dan 9 Luka-luka

badge-check


					Lift Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Jatuh, 4 Pekerja Tewas dan 9 Luka-luka Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek pengembangan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora, Kecamatan Jepon, pada Sabtu (8/2/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Lift yang digunakan untuk mengangkut barang dan pekerja tiba-tiba jatuh dari ketinggian 12 meter, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 9 lainnya luka-luka.

Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, mengungkapkan bahwa dari 13 korban, 3 orang meninggal di tempat, sementara 1 korban lainnya, Tri Wiji, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora pada pukul 14.15 WIB.

“Korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora. Kami turut berduka cita atas kejadian ini,” ujar AKP Gembong.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, mewakili Kapolres Blora, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi saat lift proyek sedang mengangkut pekerja ke lantai lima. Namun, saat mencapai ketinggian 12 meter, lift tersebut tiba-tiba jatuh ke lantai dasar.

“Kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk mandor proyek. Jika diperlukan, kami akan mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng untuk menyelidiki penyebab jatuhnya lift ini,” ujar AKP Selamet.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mendata para korban. Selain itu, AKP Gembong mengimbau masyarakat, terutama para pekerja proyek, untuk selalu mengutamakan standar keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi akan menelusuri apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita