Menu

Mode Gelap
Ziarah Makam R.A. Kartini, Pemkab Blora Teguhkan Semangat Emansipasi dan Kolaborasi Daerah Wabup Blora Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Pemkab Rembang Bangun Traffic Light di Simpang Landoh, Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Harlah ke-76 Fatayat NU, Pemkab Blora Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Pertanian Organik Tasyakuran Mata Air Soco, Perhutani KPH Mantingan Tekankan Pentingnya Kelestarian Hutan RSUD dr. R. Soetijono Blora Resmikan Gedung Nusa Indah, Rayakan HUT ke-76 ‎

Berita

Lift Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Jatuh, 4 Pekerja Tewas dan 9 Luka-luka

badge-check


					Lift Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Jatuh, 4 Pekerja Tewas dan 9 Luka-luka Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek pengembangan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora, Kecamatan Jepon, pada Sabtu (8/2/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Lift yang digunakan untuk mengangkut barang dan pekerja tiba-tiba jatuh dari ketinggian 12 meter, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 9 lainnya luka-luka.

Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, mengungkapkan bahwa dari 13 korban, 3 orang meninggal di tempat, sementara 1 korban lainnya, Tri Wiji, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora pada pukul 14.15 WIB.

“Korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora. Kami turut berduka cita atas kejadian ini,” ujar AKP Gembong.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, mewakili Kapolres Blora, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi saat lift proyek sedang mengangkut pekerja ke lantai lima. Namun, saat mencapai ketinggian 12 meter, lift tersebut tiba-tiba jatuh ke lantai dasar.

“Kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk mandor proyek. Jika diperlukan, kami akan mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng untuk menyelidiki penyebab jatuhnya lift ini,” ujar AKP Selamet.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mendata para korban. Selain itu, AKP Gembong mengimbau masyarakat, terutama para pekerja proyek, untuk selalu mengutamakan standar keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi akan menelusuri apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita