Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

6 Anggota Kelompok Anarko Jadi Tersangka Kerusuhan Mayday di Semarang

badge-check


					6 Anggota Kelompok Anarko Jadi Tersangka Kerusuhan Mayday di Semarang Perbesar

Klikjateng, Semarang – Penyelidikan atas kerusuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) di Semarang pada Kamis (1/5) terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Dari 14 orang yang sebelumnya diamankan, enam di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi didampingi Kasat Reskrim AKBP Andika Dharma Sena menyampaikan bahwa para tersangka terbukti melanggar hukum dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas dan perusakan fasilitas umum secara bersama-sama.

“Ada enam orang kita tetapkan sebagai tersangka. Semuanya memenuhi dua alat bukti dan terbukti melanggar Pasal 214 KUHP subsider Pasal 170 KUHP,” jelas Syahduddi dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (4/5).

Syahduddi mengungkapkan, keenam pelaku memiliki peran berbeda-beda dalam aksi anarkis tersebut. Ada yang menyusun rencana aksi, mengenakan pakaian serba hitam sebagai identitas kelompok, merusak fasilitas umum, hingga melempar petugas dengan batu, kayu, dan benda lainnya. Beberapa petugas dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut.

Menurut hasil penyelidikan, keenam pelaku teridentifikasi sebagai bagian dari kelompok anarko. Polisi juga menemukan bukti berupa grup WhatsApp yang menunjukkan keterkaitan mereka dengan kelompok tersebut. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan lebih luas dan mencari aktor intelektual yang diduga menjadi penggerak aksi kekerasan tersebut.

“Kita pastikan akan terus memburu kelompok anarko yang mencoba menciptakan kerusuhan di Semarang. Kota ini harus tetap aman dan kondusif, bebas dari segala bentuk tindakan kriminal yang mengarah pada anarki,” tegas Syahduddi.

Sebagaimana diketahui, aksi Mayday yang digelar oleh sejumlah serikat buruh di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah awalnya berlangsung tertib. Namun situasi memanas saat sekelompok massa berpakaian hitam tiba-tiba melakukan aksi pembakaran dan perusakan. Mereka juga menyerang petugas dengan benda-benda berbahaya, serta merusak pagar dan taman untuk digunakan sebagai alat serangan.

Akibat kerusuhan tersebut, tiga anggota kepolisian mengalami luka dan kerugian materi pun tak terhindarkan. Polisi akhirnya melakukan tindakan pengamanan secara terukur untuk membubarkan massa. Sekitar pukul 17.45 WIB, situasi berhasil dikendalikan dan arus lalu lintas kembali normal.

“Setelah tindakan pengamanan dilakukan, situasi di sekitar Kantor Gubernur sudah pulih dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkas Syahduddi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita