Menu

Mode Gelap
225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎ SPPG Wajib Serap Pangan Desa, Menko Zulhas: Empat Kali Membandel, Tutup SPPG-nya 30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Dititipkan Belajar di Rembang, Gedung Baru di Cepu Belum Rampung ‎ AKBP Inggal Widya Perdana Siap Jaga Kondusivitas Blora, Prioritaskan Mitigasi Sosial dan Ketahanan Pangan AKBP Inggal Widya Perdana Resmi Sambut Tongkat Komando Polres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora Tradisi Pedang Pora Sambut AKBP Inggal Widya Perdana, AKBP Wawan Andi Susanto Berpamitan dari Polres Blora

Berita

30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Dititipkan Belajar di Rembang, Gedung Baru di Cepu Belum Rampung ‎

badge-check


					30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Dititipkan Belajar di Rembang, Gedung Baru di Cepu Belum Rampung ‎ Perbesar

Klikjateng Blora – Sebanyak 30 siswa baru angkatan kedua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora tahun ajaran 2026/2027 resmi diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat di Sulang, Kabupaten Rembang, Jumat (31/7/2026). Mereka untuk sementara akan menjalani proses belajar di Rembang karena pembangunan gedung SRMA 18 Blora di Kecamatan Cepu belum selesai.

‎Pemberangkatan dilakukan langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dari halaman Kantor Bupati Blora.

‎Bupati menjelaskan, penempatan di Rembang hanya bersifat sementara. Setelah pembangunan gedung SRMA 18 Blora rampung, seluruh siswa akan dipindahkan ke sekolah baru di Cepu.

‎”Hari ini kita berangkatkan 30 siswa baru. Karena pembangunan gedung sekolah belum selesai, sementara mereka akan menempati Sekolah Rakyat di Rembang. Nanti jika pembangunannya sudah selesai, akan kembali dipindahkan ke Blora,” ujar Arief Rohman.

‎Menurutnya, seluruh siswa yang diterima berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk beberapa di antaranya merupakan anak yatim maupun piatu. Karena itu, ia meminta para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

‎”Program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, disiplin, menghormati guru, dan terus mengembangkan potensi diri,” pesannya.

‎Bupati juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama dengan disiplin yang ketat. Seluruh kebutuhan pendidikan dan tempat tinggal ditanggung pemerintah sehingga para siswa diminta fokus belajar.

‎Ia optimistis para siswa kelak mampu menjadi generasi yang sukses di berbagai bidang, mulai dari dokter, guru, insinyur, aparat TNI-Polri hingga pemimpin daerah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

‎Selain itu, Pemkab Blora berkomitmen mengawal penyelesaian pembangunan SRMA 18 Blora dan akan mengusulkan penambahan kuota penerimaan siswa kepada pemerintah pusat pada tahun-tahun berikutnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi, menjelaskan bahwa hanya siswa angkatan 2026/2027 yang dititipkan di Rembang.

‎”Angkatan pertama yang kini duduk di kelas XI tetap belajar di gedung lama di Cepu. Setelah gedung baru selesai dibangun, angkatan kedua akan ditarik kembali dan belajar bersama di Cepu,” jelasnya.

‎Usai apel pemberangkatan, para siswa berpamitan dengan Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Blora sebelum menaiki dua unit bus menuju Sulang, Rembang. Masing-masing siswa turut didampingi keluarga saat keberangkatan.

‎Salah seorang siswa baru, Qoti Tohili Kadu, lulusan SMP Negeri 2 Doplang, Kecamatan Jati, mengaku bersyukur dapat diterima di Sekolah Rakyat.

‎”Senang sekali bisa sekolah gratis dibiayai negara. Terima kasih Pak Bupati dan Pak Presiden, saya bisa melanjutkan sekolah,” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Muhammad Matohir, warga Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen. Anak dari pasangan penyandang disabilitas itu berharap dapat berprestasi dan membanggakan kedua orang tuanya.

‎”Alhamdulillah senang. Bisa meringankan beban orang tua dan membuat mereka bangga. Semoga betah dan bisa berprestasi,” katanya.

‎Kepala Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Laga Kusuma, yang turut mengantar salah satu warganya juga menyambut baik program tersebut.

‎”Program ini sangat membantu masyarakat kurang mampu. Kami bersyukur ada warga Desa Bangsri yang lolos menjadi siswa Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita