Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

3.680 Buruh Tani Tembakau di Rembang Terima BLT DBHCHT

badge-check


					3.680 Buruh Tani Tembakau di Rembang Terima BLT DBHCHT Perbesar

Klikjateng, Rembang – Sebanyak 3.680 buruh tani tembakau di Kabupaten Rembang menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Penyerahan BLT dilakukan secara simbolis di Pendopo Museum Kartini pada Selasa (22/10).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Prapto Raharjo, menjelaskan bahwa setiap buruh tani penerima bantuan akan mendapatkan total Rp1.200.000 yang disalurkan selama empat bulan, yakni dari Juli hingga Oktober, melalui PT Pos Indonesia.

“Masing-masing penerima mendapat Rp300 ribu per bulan selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober. Total yang diterima setiap penerima adalah Rp1.200.000,” ungkap Prapto.

Total anggaran yang dialokasikan untuk BLT ini mencapai Rp4,4 miliar, disalurkan kepada buruh tani di 12 kecamatan di Kabupaten Rembang, kecuali Kecamatan Kragan dan Sluke. Beberapa kecamatan dengan jumlah penerima terbanyak di antaranya Kecamatan Gunem dengan 643 buruh tani, Sumber 562, dan Pamotan 552.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini tidak terkait dengan agenda politik, termasuk Pilkada. Ia mengimbau masyarakat agar tidak termakan oleh klaim dari pihak tertentu yang menyebut bantuan ini berasal dari pasangan calon kepala daerah.

“Bantuan ini murni dari program pemerintah, tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Jangan sampai ada yang mengklaim bantuan ini dari 01 atau 02. Baik ada Pilkada maupun tidak, bantuan tetap diberikan,” tegas Abdul Hafidz.

Bupati juga mengingatkan agar para penerima memanfaatkan bantuan ini untuk kebutuhan pokok, terutama kesehatan dan gizi keluarga. “Gunakan untuk memenuhi kebutuhan penting, jangan sampai digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat. Belilah makanan bergizi atau susu agar kesehatan keluarga terjaga,” ujarnya.

Bantuan BLT DBHCHT ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para buruh tani tembakau di tengah situasi ekonomi yang menantang.

(Ra-v)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita