Menu

Mode Gelap
Truk dan Pick up Terlibat Kecelakaan di Jalan Blora–Cepu, Tiga Orang Terlibat Insiden Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat

Berita

13 Pelajar SMP Baca Dramatis Surat Pramoedya dalam Seabad Pram

badge-check


					13 Pelajar SMP Baca Dramatis Surat Pramoedya dalam Seabad Pram Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebanyak 13 pelajar SMP Negeri 5 Blora tampil memukau dalam Dramatic Reading surat-surat Pramoedya Ananta Toer kepada keluarganya. Acara yang menjadi bagian dari Festival Blora “Seabad Pramoedya” ini digelar di sekolah tersebut pada Jumat (7/2/2025) sore.

Dengan penuh penghayatan, para pelajar membaca 13 surat Pram yang ditulisnya saat menjalani pengasingan. Pembacaan ini menghidupkan kembali suasana masa lalu dan membawa penonton menyelami perasaan sastrawan besar itu. Hadir dalam acara tersebut Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman beserta istri, Ainia Sholicah, serta Astuti, salah satu putri Pramoedya Ananta Toer.

Bupati Arief Rohman mengaku terkesan dengan penampilan para pelajar. “Bagus sekali. Anak-anak bisa menyampaikan surat Pram dengan baik. Saya seolah-olah bisa merasakan bagaimana kondisi saat itu. Semoga kegiatan seperti ini bisa digelar rutin, tidak hanya saat Seabad Pram saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ainia Sholicah yang juga Bunda Literasi Kabupaten Blora mengapresiasi penampilan para pelajar. “Ini luar biasa. Blora bisa menampilkan pertunjukan sastra yang sederhana tetapi penuh makna. Semoga literasi sastra seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.

Sebagai Bunda Literasi, Ainia juga mengungkapkan bahwa pelajar di Blora telah menyusun 300 judul buku dalam kurun waktu 2023 hingga 2024. “Jumlah ini hampir masuk MURI karena paling banyak se-Jawa Tengah. Ini menandakan minat dan bakat anak-anak Blora dalam menulis cukup tinggi,” tambahnya.

Astuti, putri Pramoedya, turut larut dalam suasana yang diciptakan dari pembacaan surat. “Saya ikut membayangkan bagaimana kondisi ayah saya saat itu lewat surat-surat yang dibacakan. Ini cara mengenang Pram dari sisi lain yang begitu sukses digelar. Terima kasih kepada seluruh pelajar yang terlibat dan warga Blora atas dukungannya,” tuturnya.

Kepala SMPN 5 Blora, Sopyan, juga merasa bangga sekolahnya terlibat dalam festival ini. “Sekolah kami punya sejarah panjang dengan masa kecil Pramoedya. Kami sangat bangga bisa ikut ambil bagian dalam Festival Blora Seabad Pram,” katanya.

Acara diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para pelajar dan sutradara pementasan oleh Bupati dan Bunda Literasi sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam mengenalkan kembali warisan sastra Pramoedya Ananta Toer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita