Klikjateng, Blora – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Blora dipastikan dalam kondisi aman. Berdasarkan data stok harian per 23 April 2026 pukul 10.49 WIB, jumlah pupuk yang tersedia dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani menjelang musim tanam.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, mengungkapkan total stok pupuk urea mencapai 925,753 ton. Sementara itu, pupuk NPK Phonska tercatat sebesar 2.159,258 ton, pupuk organik Petroganik sebanyak 894,096 ton, dan pupuk ZA sebesar 16,994 ton.
“Sebaran stok menunjukkan NPK Phonska mendominasi di hampir seluruh kecamatan. Stok tertinggi berada di Kecamatan Banjarejo sebesar 285,031 ton, diikuti Ngawen 229,296 ton, dan Japah 196,519 ton,” ujarnya, Senin.
Untuk pupuk urea, stok tertinggi berada di Kecamatan Tunjungan sebesar 104,674 ton, disusul Jati 93,410 ton, serta Japah 91,066 ton. Adapun pupuk Petroganik paling banyak tersedia di Kecamatan Ngawen sebesar 112,596 ton, kemudian Todanan 106,270 ton, dan Kunduran 97,640 ton.
Sementara itu, pupuk ZA masih tergolong terbatas dan hanya tersedia di beberapa kecamatan. Rinciannya, Tunjungan memiliki stok 7,551 ton, Todanan 6,359 ton, serta Kunduran 3,084 ton.
Secara umum, seluruh kecamatan di Blora telah memiliki stok pupuk dengan komposisi yang bervariasi. Di Kecamatan Blora, misalnya, tersedia NPK Phonska sebesar 192,646 ton dan Petroganik 47,468 ton. Sedangkan Kecamatan Cepu memiliki stok urea 57,005 ton dan NPK Phonska 55,320 ton.
Pemerintah Kabupaten Blora berharap ketersediaan pupuk ini dapat mendukung produktivitas pertanian, khususnya menjelang musim tanam. Selain itu, distribusi pupuk bersubsidi juga terus dipantau agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.






