Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

SPPG Karangharjo Bantah Penyebab Keracunan dari MBG, Sebut Siswa Baru Minum Susu

badge-check


					SPPG Karangharjo Bantah Penyebab Keracunan dari MBG, Sebut Siswa Baru Minum Susu Perbesar

Klikjateng, Rembang — Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangharjo, Kecamatan Kragan, akhirnya buka suara terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SD usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat peringatan Hari Kartini.

‎Ketua SPPG Karangharjo Kragan 002, Wahyu Hadi, menyatakan berdasarkan informasi dari pihak sekolah, para siswa belum sempat mengonsumsi makanan MBG secara lengkap.

‎“Anak-anak belum makan makanan MBG. Info dari sekolahan itu baru minum susu. Setelah minum susu ada yang mengeluh mual, muntah, lalu dibawa ke puskesmas,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

‎Wahyu menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Uji sampel, baik dari muntahan siswa maupun makanan, masih dalam proses penelitian.

‎“Kami belum tahu penyebab pastinya apa, karena dari puskesmas belum memberikan penjelasan detail. Uji sampel masih diteliti,” jelasnya.

‎Terkait susu yang dikonsumsi siswa, ia memastikan produk tersebut dalam kondisi layak konsumsi dan belum melewati masa kedaluwarsa.

‎“Susunya dari MBG, masa expired masih sampai November 2026. Dari ribuan penerima manfaat, alhamdulillah kondisinya aman,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, program MBG yang dikelola pihaknya menjangkau 24 sekolah dengan total 3.238 penerima manfaat. Namun, laporan keluhan kesehatan hanya berasal dari satu sekolah, yakni SDN Balongmulyo.

‎“Dari 24 sekolah, yang mengeluh sakit hanya dari SDN Balongmulyo saja,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Kepala Puskesmas Kragan II, Arif Rahman Hakim, menyampaikan total ada 22 siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis.

‎“Total ada 22 yang kami tangani, 5 sudah dipulangkan, dan 17 masih menjalani perawatan lanjutan,” jelasnya.

‎Menurutnya, mayoritas siswa mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan atau minuman dari MBG. Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti.

‎“Gejalanya mengarah ke keracunan makanan, tapi masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

‎Sebelumnya, puluhan siswa SDN Balongmulyo dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini. Mereka sempat menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II dengan kondisi didominasi gejala pencernaan.

‎Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap investigasi oleh pihak terkait guna memastikan sumber penyebab dan mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita