Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎ Bus Sekolah Gratis Blora Resmi Diluncurkan, Layani Koridor Blora–Kunduran

Berita

SPPG Karangharjo Bantah Penyebab Keracunan dari MBG, Sebut Siswa Baru Minum Susu

badge-check


					SPPG Karangharjo Bantah Penyebab Keracunan dari MBG, Sebut Siswa Baru Minum Susu Perbesar

Klikjateng, Rembang — Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangharjo, Kecamatan Kragan, akhirnya buka suara terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SD usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat peringatan Hari Kartini.

‎

‎Ketua SPPG Karangharjo Kragan 002, Wahyu Hadi, menyatakan berdasarkan informasi dari pihak sekolah, para siswa belum sempat mengonsumsi makanan MBG secara lengkap.

‎

‎“Anak-anak belum makan makanan MBG. Info dari sekolahan itu baru minum susu. Setelah minum susu ada yang mengeluh mual, muntah, lalu dibawa ke puskesmas,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

‎

‎Wahyu menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Uji sampel, baik dari muntahan siswa maupun makanan, masih dalam proses penelitian.

‎

‎“Kami belum tahu penyebab pastinya apa, karena dari puskesmas belum memberikan penjelasan detail. Uji sampel masih diteliti,” jelasnya.

‎

‎Terkait susu yang dikonsumsi siswa, ia memastikan produk tersebut dalam kondisi layak konsumsi dan belum melewati masa kedaluwarsa.

‎

‎“Susunya dari MBG, masa expired masih sampai November 2026. Dari ribuan penerima manfaat, alhamdulillah kondisinya aman,” tegasnya.

‎

‎Ia menambahkan, program MBG yang dikelola pihaknya menjangkau 24 sekolah dengan total 3.238 penerima manfaat. Namun, laporan keluhan kesehatan hanya berasal dari satu sekolah, yakni SDN Balongmulyo.

‎

‎“Dari 24 sekolah, yang mengeluh sakit hanya dari SDN Balongmulyo saja,” pungkasnya.

‎

‎Sementara itu, Kepala Puskesmas Kragan II, Arif Rahman Hakim, menyampaikan total ada 22 siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis.

‎

‎“Total ada 22 yang kami tangani, 5 sudah dipulangkan, dan 17 masih menjalani perawatan lanjutan,” jelasnya.

‎

‎Menurutnya, mayoritas siswa mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan atau minuman dari MBG. Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti.

‎

‎“Gejalanya mengarah ke keracunan makanan, tapi masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

‎

‎Sebelumnya, puluhan siswa SDN Balongmulyo dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini. Mereka sempat menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II dengan kondisi didominasi gejala pencernaan.

‎

‎Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap investigasi oleh pihak terkait guna memastikan sumber penyebab dan mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita