Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Setelah LPG 3 Kg, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Akan Tertibkan Distribusi Solar Subsidi

badge-check


					Setelah LPG 3 Kg, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Akan Tertibkan Distribusi Solar Subsidi Perbesar

Klikjateng, Blora – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana menertibkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran, sebagaimana yang tengah diterapkan dalam distribusi LPG 3 kg.

Bahlil menegaskan bahwa penyaluran solar subsidi saat ini masih bermasalah, karena banyak digunakan oleh industri yang seharusnya tidak berhak. Ia mengaku siap menghadapi tantangan dalam menata ulang distribusi solar subsidi.

“Habis ini saya tertibkan lagi, bapak ibu semua. Saya tertibkan lagi adalah BBM, solar,” ujar Bahlil pada Sabtu (8/2), dikutip dari CNN Indonesia.

Bahlil menyadari kebijakan ini berpotensi memicu kontroversi, sebagaimana yang terjadi saat pemerintah mengatur ulang distribusi LPG 3 kg. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk kebaikan rakyat.

“Solar subsidi dipakai untuk industri. Saya tahu ini pemainnya pasti akan ribut lagi, tapi enggak apa-apa,” tambahnya.

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil juga mengajak kader partainya untuk mendukung kebijakan tersebut sebagai bentuk perjuangan dalam menjamin hak rakyat.

Distribusi LPG 3 Kg Dibenahi, Timbulkan Kelangkaan

Sebelumnya, pemerintah menata ulang distribusi LPG 3 kg dengan menghapus rantai distribusi tingkat pengecer untuk menekan permainan harga. Kini, masyarakat hanya bisa membeli LPG subsidi di pangkalan atau agen resmi.

Namun, kebijakan ini justru memicu kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah daerah, menyebabkan antrean panjang di pangkalan. Situasi ini akhirnya mendapat perhatian Presiden RI Prabowo Subianto, yang kemudian menginstruksikan agar pengecer kembali diizinkan menjual LPG 3 kg.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita